Showing posts with label Special Event. Show all posts
Showing posts with label Special Event. Show all posts

Friday, 27 January 2012

Saweran Kecebong 3 Warna : Resmi Ditutup!!

Hayaaaaa, udah tanggal 27 ajah ni bulan. It means bentar lagi laki gw gajian. It means, kemaren seharusnya gw posting tulisan ini. Tapi apa boleh baut para pemirsa, baut telah menjadi bubur [bijimane caranya Jeng?]. Lagi2 alasan sibyuk menjadi kambing hitamnya. Duh, kasian si kambing item, selaluuuuu ajah dipersalahkan. Kalo begituh sebaiknya mulai sekarang para kambing mengecat bulunya menjadi blonde ato pinky aming.

Baiklah, kembali fokus Cyiiiinnn. Jangan ngelantur ke utara selatan! Akhirnya selesai sudahlah Saweran Kecebong 3 Warna yang didalangi oleh Jeng Soes, Jeng Dewi, dan Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108. Perhelatan selama 2 minggu itu, diikuti oleh 90 blogger, dengan jumlah karya yang masuk sebanyak 133 tulisan / photo. Perinciannya sbb:
Kategori FT = 44 peserta
Kategori CL = 47 peserta
Kategori CS = 42 peserta

Seluruh karya Temans luar biasa, karena ditulis sepenuh hati, setulus jiwa raga. Mak Cebongs bisa ber-ngakak ria dengan posisi koprol, sikap lilin, kayang, dan pose2 gymnastic laennya, sampe nyaris pepsi di celana [iiiihhh, jijay bajay deh dikau Jeng]. Lalu layaknya makhluk berkepribadian ganda campuran, setelah ketawa-ketiwi ngakak-ngekek 5 episode, Mak Cebongs kemudian bercucuran aer mata, hingga butuh ember, kendi, dan tempayan 15 biji buat menampung aer mata yang tak kunjung usai. Sebagai adegan penutupan, Mak Cebongs mengurut dada mengelus jidat jenong demi melihat berbagai pose ajaib Temans semua. Ya Allah, untung ekye kaga lagi hamdun, untung Zafira udah lahir sebelom hajatan ini berlangsung. Kalo ga bisa dijamin tingkat kemualan Bu Bunting bertambah 5 skala richter.

Sekali lagi, Mak Cebongs  mengucapkan tararengkiu atas partisisapi Temans di seluruh penjuru. Beli santan di Giant Permyjaya, tiada kesan tanpa kehadiran Anda. Gw atas nama tempat pendaftaran juga meminta maaf yang sebesar2nya, lebih besar dari jumlah uang  rakyat yang udah ditilep sama tangan2 jail para koruptor [ya ampyuunnn Jeng, jadi korupsi tuh gara2 tangannya jail toh???], atas kesulitan Temans sewaktu mendaftarkan diri. Inilah nasib blogger cakep tapi gapteksnya minta ampyun!

Dan akhirul kata, dengan penuh rasa bahagia tiada tara, diiringi tarian hula2, Mak Cebongs resmi menutup Saweran Kecebong 3 Warna. Tong ... tong ... tong ...!! [eh kebetulan mamang tukang es krim lewat. Pesen 3 yah Mang yang rasa kelapa muda].
Inilah hadiah yang bisa dibungkus oleh para pemenang :

1. KATEGORI CERITA LUCU (CL)

Juara 1 : Batik Sarimbit (by Kios108)
Juara 2 : Batik Kimono (by Jeng Anggie)
Juara 3 : Oleh2 dari Miri
Juara 4 : Buku "Sang Dokter Playboy"

2. KATEGORI CERITA SEDIH (CS)

Juara 1 : Jas Koko (by Kios108)
Juara 2 : Dress u can see my keleks (by Jeng Anggie)
Juara 3 : Oleh2 dari Miri
Juara 4 : Buku "Pengantin di Braille"

3. KATEGORI FOTO (FT)

Juara 1 : Dress silver (by Jeng Anggie)
Juara 2 : Buku "Rayuan Sang Boss"
Juara 3 : Buku "Istriku Ga Perawan"
Juara 4 : Boneka Shark (by Desa Boneka)


Batik Sarimbit by Kios108. Warna dan motif tergantung stock yang ada

Jas Koko by Kios108. Warna dan model tergantung stock yang ada

Batju Wanita by Jeng Aggie

Oleh2 dari Miri by Jeng Soes

Buku by Jeng Dewi

Boneka by Desa Boneka (bonekanya sebiji, yang shark alias hiu biru)          




So, bersiaplah dag-dig-dug-kembang-kuncup mulai sekarang. Pengumuman pemenang bakal dilaunching di blog Jeng Nia tanggal 2 Februari 2012.

Pantun penutup: Satu titik dua koma, Susan cantik Bang Zul yang punya. Ups, maap ngawur sodara2. Pantun yang benul (bener bin betul): Wingko babad manis rasanya, tengkiu somad Temans tercinta. Mmmuuuaacchhh.
Lanjuuut Maaaang - Saweran Kecebong 3 Warna : Resmi Ditutup!!

Saturday, 7 January 2012

Saweran Kecebong 3 Warna

Ya ampyuuuuunn, taun 2012 dah terlewati 6 hari. Lah gw belom juga posting [2 postingan di taun yang baru adalah hasil karya Om Zul semua] ato namu2 ke tetangga. Kemane aje Cyiiinnn??? Biasalah emak2 keren kaya gw, ada ajaaaa yang disibukkin. Mulai dari heboh bikin pesenan brownies, nyiapin bekel Princess Zahia (anak AyBun udah mulai sekolah loh sejak tanggal 4), kalap ngemoll gara2 ada tulisan ‘SALE’ segede bagong menggoda dimana2, ampe puter2 keliling kota berburu obat buat bintitan yang secara tak senonoh nangring di mata ekye sebelah kanan. Hiks! 

Tapi, meski mata bintit, lemak membuncit, plus kemaren kena cirit birit, gw tetap semangat membara menginjakkan kaki di taun yang baru. Alasannya: Bulan Januari adalah bulan dimana salah seorang sepupu Pangeran William, yaitu Pangeran Raden Mas Zulfadhli, secara gagah berani meminta stempel ‘SAH’ dari KUA terhadap seorang gadis manis kembarannya Dian Satro. Yup, sapa lagi kalo bukan Jeng Soes. Moment maha penting itu terjadi pada tanggal 19 Januari 2008, di Cilegon. Maka, 19 Januari 2012 merupakan anniversary kami yang ke-4. Ya Allah, ga kerasa banget boo, perasaan baru kemaren kita suap2an ayam bakakak pas acara ‘Huap Lingkung’, eh tau2 dah punya pasukan kecil nan centil 2 biji. Betapa waktu cepat berlalu.

Ngomongin bulan Januari, Kecebong 3 Warna juga lagi hepi berat loh. Eh Jeng, tapi ngemeng2 siapakah gerangan Kecebong 3 Warna ituh?? Hadoooohhh, yey ndeso deh kaga tau K3W!! Mereka adalah girlband paling laris manis di abad millennium, yang digawangi tiga emak super kece, punya suami berkumis lele bertampang bule. Yeaahh, Trio Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia telah sukses berat menggemparkan dunia enterteimen dengan single hits “Ipeh Ooooh Ipeh”, debut pertama yang diluncurkan Maret 2011 pada hajatan Kecubung 3 Warna Pakdhe Cholik. Single terbaru berjudul “Mabok Cebong”, kaset dan CD nya bisa diperoleh di apotik2 terdekat. Suara Mak Cebong yang merdu bak beluduru itu dijamin bisa melancarkan gangguan pencernaan (baca: susye buang aer, besar maupun kecil), menyembuhkan sawan pada bayi, dan mengusir tikus serta kecoa pengganggu. Kabar terbaru, mereka baru ajah menandatangani kontrak eksklusif seumur idup dengan ‘Majalah Sobek’ untuk menjadi kopergirl (baca: girl yang kemana2 membawa koper). 


Okeh. Kembali fokus, Jeng! Selaen anniversary pernikahan Diajeng Susan Noerina Mangkubumi dan Om Zul, begitu banyak kejadian spesial dalam keluarga besar Mak Cebong yang terjadi di Januari:

# Kakak Pertama Kanjeng Mbakyu Dewi Fatma Sastro Mangkubumi dilahirkan kedunia oleh Sang Emak pada tanggal 1 Januari, 8 abad yang lalu
# Kakak Ipar Tertua, Mas Bambang alias suami Jeng Dewi akan merayakan milad ke-17 (sweet seventeen) hari Rabu, tanggal 18/1
# Anak dari Kakak Kedua Kanjeng Mbakyu Kurnia Dilego Pakubumi, yaitu Ka Ina nan imut kiyut, akan berumur tepat 4 taun, pada 9/1
# Kakak Ipar Kedua, Papa Iyank alias suami Jeng Nia juga ber-sweet seventeen ria tanggal 31/1


Dengan begitu banyaknya kejadian membahagiakan, maka sebagai rasa syukur Mak Cebong akan melaunching acara terbaru yang dapat diikuti oleh seluruh blogger di muka bumi. Sebelom dimulai, marilah kita sama2 mengucapkan basmallah, disusul pemukulan gong sebanyak 7x dan penggutingan tali rafia [gunting pita mah udah kaga jaman Say].

I. JUDUL KONTES 

'Saweran Kecebong 3 Warna'

II. KATEGORI

Ada 3 kategori yang dapat dipilih oleh para pemirsa:

1. Kategori Cerita Lucu (CL)

→ Menulis cerita lucu bin gokil, yang bikin pembaca dan Dewan Juri bolak-balik ke jamban gara2 sakit perut kebanyakan ketawa. Ceritanya harus berdasarkan pengalaman diri sendiri.

2. Kategori Cerita Sedih (CS)

→ Menulis cerita sedih, yang bikin pembaca dan Dewan Juri bolak-balik peres handuk akibat banjir aer mata, tapi bukan aer mata buaya, cicak, toke, ato bangsa reptil laennya. Lagi2, ceritanya juga harus berdasarkan pengalaman diri sendiri. Tugas tambahan, pada bagian penutup tolong tuliskan hikmah apa yang dapat diambil setelah kejadian penuh duka lara itu berlalu.

3. Kategori Foto (FT)

→ Untuk memfasilitasi kenarsisan umat manusia yang udah mencapai tahap maksimal, maka Temans dapat memosting poto diri dengan pose paling ajaib, yang bisa bikin pembaca dan Dewan Juri geleng2 kepala sambil ngurut dada. Makin uaneh dan gokil posenya, makin berjaya.

@ Artikel untuk kategori CL dan CS boleh sepanjang jalan kenangan, sependek rok mini, berbentuk prosa, puisi, sajak, gurindam, ato apapun.
@ Pada setiap kategori akan dipilih 4 peserta ter-kreatip, ter-inopatip, ter-inspiratip, ter-solatip [emang kado??].

III. SYARAT & KETENTUAN

1. Peserta memiliki alamat di Indonesia.
2. Setiap blogger boleh mendaftarkan 3 karya, masing2 sebiji untuk setiap kategori.
3. Tulisan jangan pake bahasa Alay. Pening bin juling bacanya. Jangan pula pake bahasa tubuh ato bahasa kalbu. Bijimane bacanya?!
4. Tulisan / poto belom pernah diikutsertakan dalam lomba apapun
5. Pajang logo 'Saweran Kecebong 3 Warna' made in Bang Atta Bapake Azzam yang always selalu ekye repotin [hehehe jangan bosen yah Bang. Anyway, tengkiu somad], dibantu Bang Maryo yang sibuk nangkepin kecebong di depan sekret Blogger Bertuah. Logo boleh dipasang di bawah artikel ato pada sidebar.
6. Pada akhir artikel / poto tulis : “(nama sampeyan) berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108”. Jangan lupa bagian nama Mak Cebong di link ke blog kami bertiga, sponsor juga dilink yah Cyiiinn. Link harus idup dan berdegup2.

IV. WAKTU

Mulai tanggal 10 Januari ampe 25 Januari 2012 alias 2 minggu.

V. PENDAFTARAN

Di blog ekye, dengan mencantumkan:

1. Nama (mo sesuai Akte Kelahiran ato nama beken boleh2 aje)
2. Kategori kontes (kode)
3. Judul Artikel
4. URL (kasih link ke tulisan yang didaptarin yah Cyiiinn, biar juri kaga binun)

VI. HADIAH

Pengen Samsung Galaxy S?? Pengen tipi plasma 52 inchi?? Pengen emas batangan 1 kilo?? Yeeee, kalo itu mah ekye juga pengen. Tapi mangap sodara2, hadiahnya bukan yang ono berhubung bayaran dari ‘Majalah Sobek’ udah abis buat beli roti canai 2 kontainer. So, ini dia si jali2 yang bisa dibawa pulang oleh ke-12 pemenang:

- 1 baju batik sarimbit, disponsori oleh Kios108 
- 1 baju koko, disponsori lagi2 oleh Kios108
- 2 paket oleh2 dari Miri, berisi: 1 box coklat Darry’s 120 gr; 1 box coklat Vochelle 100 gr; 1 bungkus Penang White Coffe; 2 buah gantungan kunci; 1 buah tas belanja
- 3 baju, disponsori oleh Jeng Anggie 
- 4 buku, disponsori oleh Valeska Production
- 1 boneka crochet menggemaskan, made in Jeng Cindy dari Desa Boneka

VII. JURI

Keluarga besar Mak Cebong, mulai dari keluarga inti, ampe encang-encing, Ua, Om-Tante, ponakan, buyut, cicit. Keputusan juri tidak dapat diganggu, digugat, diganggu-gugat, pun digugat-ganggu.

VIII. LAEN-LAEN

@ Update peserta bisa diintip di blog Jeng Dewi selama perhelatan berlangsung.
@ Pengumuman peserta yang beruntung membawa pulang medali bakal diworo-wirikan di blog Jeng Nia, tanggal 2 Februari 2011.

IX. SPONSOR

1. Jeng Anggie. Yuks aaahh yang mo beli sepatu Crosc aseli, jeans Levis, batik, gamis, dan temen2nya langsung aja melimpir ke pesbuk Beliau. Barang bagus, harga ga bikin dompet kurus. Sok monggo diobok2.
2. Desa Boneka. Kerajaan bagi pasukan boneka crochet. Lucu, menggemaskan, dan tentu ga pasaran. Langsung dooonngg dipilih2 bonekanya. Ga nyesel deh, sueeerr!! [beli 5 dapet diskon loh].
3. Kios108. Menyediakan berbagai busana muslim dan muslimah, mukena, batik, sarimbit, dan masih banyak lagi. 

X. BANNER
 

Capcus Cyiiiinnn. Baju biru-berenda-renda, Mak Cebong tunggu-partisipasinya. Pergi ke medan-membeli tasbih, cukup sekian-dan terima kasih. Ekye lanjoodd masak dulu yah Temans. Bubye.


Lanjuuut Maaaang - Saweran Kecebong 3 Warna

Friday, 28 October 2011

40 Hari Terakhir ...Bersamanya

Postingan ini adalah bagian penutup atau part 3 dari yang sudah kelar part 1 & part 2 nya. Tulisan ini juga merupakan bagian dari cerita pribadi gw mengenai mengenang 2 tahun Almarhum Mama. Ini adalah bagian dari kenangan manis terakhir gw dimana selama lebih kurang sebulan annual leave gw habiskan bersama Mama. Selama masa cuti ini gw selalu bersama mama, ketika kami juga jalan2 ke pontianak dan sambas mama juga senantiasa ikut dengan kami. dan ketika kami pulang, Mama juga mengantarkan kami sampai ke airport Supadio. Kalau di hitung secara detail dan cermat maka masa 40 hari terakhir beliau di dunia adalah lebih kurang masa kami annual leave di tambah 10 hari setelah kami pulang kembali ke Sarawak.
Lanjuuut Maaaang - 40 Hari Terakhir ...Bersamanya

Tuesday, 18 October 2011

Akhirnya Nongol Juga (Episode Melahirkan Normal)

Jeng Allisa : “Raja udah masuk sekolah San. Dia kekeuh minta sekolah sampe nekad berhenti nenen”

Jeng Motik : “Kenzie tanggal 1 Oktober kemaren ditimbang udah 6,4 kilo. ASInya cucok boo”

Teh Vera : “Saaaann, blogku pindah domain jadi www.veraazka.com”

Lanjuuut Maaaang - Akhirnya Nongol Juga (Episode Melahirkan Normal)

Thursday, 13 October 2011

Pertama & Terakhir Kali

11 October 2009 : Ibunda tercinta telah kembali ke Rahmatullah dengan tenang.
12 October 2009 : Jasad beliau di makamkan di Kelurahan Kuala Pemkot Singkawang Kalbar tidak jauh dari rumah kediaman kami.
Lanjuuut Maaaang - Pertama & Terakhir Kali

Wednesday, 28 September 2011

11 October : 2009 - 2011

Sebenarnya... postingan ini terlalu dini alias ke-awalan... but karena ritme kerja gw yang kurang tepat.... maka diperkirakan tanggal 11 october gw gak akan bisa mosting masalah ini.

Postingan kali ini lebih seperti mengulang / putar balik cerita masa lalu dengan Ibunda Tersayang Hj. Utin Nengrumwati binti H. Abang Mas'ud. Ibunda gw tercinta sudah pergi buat selama-lamanya. Selama ini gw pun belum pernah sama sekali posting mengenai Bunda tercinta
Lanjuuut Maaaang - 11 October : 2009 - 2011

Tuesday, 12 April 2011

Maliiiiiiiiiiiiing...................... Beware

Shock and jadi parnoid rasanya sekarang….. ternyata menjadi calon korban maling itu membuat tidur gak nyenyak walaupun sudah gajian….. kalo gak salah ingat maka terakhir kali gw mengalami suasana kemalingan rumah adalah ketika tahun 1988 dan rumah dalam keadaan kosong melompong. Kejadian itu di rumah Ortu gw di singkawang dan berlaku sekitar jam 9 – 10 pagi…
Lanjuuut Maaaang - Maliiiiiiiiiiiiing...................... Beware

Monday, 11 April 2011

Indonesian's Expatriates Gathering in Brunei

 Team Tour to Brunei... (Family Gathering)
  
Gile beneeeer… cuapeknya belum juga ilang….. mumpung udah istirahat gw mau memanfaatkan waktu yang ada buat sharing aktifitas kemaren….
Lanjuuut Maaaang - Indonesian's Expatriates Gathering in Brunei

Saturday, 26 February 2011

Daaannn ... Pemenangnya Adalaaaahhh ...

Akhirnya tibalah kita pada hari berbahagia ini, 26 Februari 2011. Apalagi kalo bukan hari pengumuman pemenang grammy awards untuk album terbaik dan penyanyi paling fenomenal dalam sejarah industri rekaman. Sebelomnya, persiapan telah dilakukan dengan matang oleh kami, selaku panitia perhelatan. Karpet merah dibuka dari gulungannya, dibersihin pake vacuum cleaner, disemprot wewangian biar baunya kaga apek, terus digelar. Gladi resik para pengisi acara pun sudah diadakan sejak H-2, seperti Om Zul yang akan mempersembahkan Tari Perut Spesial Pake Telor Cabenya Dikit (disingkat TPSPTCD), Zahia menyanyikan lagu Hepi Bedey Tu Yu, Uti dengan atraksi debus Banten-nya, dan tentu kaga ketinggalan Jeng Soes, kali ini doski akan membawakan hits Rhoma Irama dengan gaya swingky jazzy.

Okeh, cukup adegan pembukaannya. Gw akan langsung masuk ke dalam intisari postingan hari ini. Pertama, ekye mo ngucapin met milad dulu buat Abang nan Ganteng memikat hati
Lanjuuut Maaaang - Daaannn ... Pemenangnya Adalaaaahhh ...

Sunday, 20 February 2011

Mengintip Peserta Kuis Keluargazulfadhli

Note : Tulisan ini harusnya dipublish kemarin, tanggal 19 Februari 2011, jam 02.30 pm waktu Bagian Miri – Sarawak, bertepatan dengan penutupan Kuis Keluargazulfadhli. Akan tetapi karena sejak siang hingga malam pukul 9 kami kedatangan tamu, sahabat dari Bintulu dan Surabaya, maka mohon maap jika baru bisa diposting hari ini, tanggal 20 Februari 2011.


Yuhuuuuuu … akhirnya setelah sebulan penuh Jeng Soes dan Om Zul berpupa, sekarang waktunya untuk turun gunung. Maapkan ekye yah Temans kalo sebulan kemaren jarang2 namu ke rumah tetangga. Seperti sabda Sinto Gendeng [gw, Abang, dan Wiro Sableng memang satu perguruan], tanggal 19 Februari gw baru boleh kembali eksis meng-apdet blog. Dan bukannya sok seleb cap kuda lumping, gw ngerasa seneng banget karena beberapa Temans mengirimkan sms ato imel/wall di FB, nanya kapan gw bikin postingan baru. Kangen boo dengan tulisan Bu Bunting. Hohoho, lup yu all Cyyyiiinnn!!
Lanjuuut Maaaang - Mengintip Peserta Kuis Keluargazulfadhli

Wednesday, 19 January 2011

Tanda Cinta di Januari

Wow, buka kalender, ternyata sekarang udah tanggal 19 Januari, taun 2011. Ajegile, kemana ajah gw selama ini blog keluargazulfadhli lama ditelantarin ampe bulukan? Well, jangan salahkan Bapak menghamili sehingga emak menjadi berbadan dua. Tapi mari sodara2 sekalian bahu-membahu mengasah silet supaya lebih tajam, dan bantu gw merajam provider dodol yang dengan semena2 telah memblokir sambungan internet tercinta. Iiihhh, mana gw tau coba kalo Celcom paket 48 RM itu punya limit 1 GB [sebelomnya gw pake yang 68 RM / bulan]?!?! Wong diiklannya tertulis unlimited. Ni gw ulangin lagi: UNLIMITED. Dan kalo kita membuka Kamus Bahasa Sansekerta dengan seksama, kata2 tersebut memiliki pengertian tanpa batas, ‘tul kan Temans? Lagian 3 bulan awal pemakaian berlangsung dengan tentram sejahtera.

Lanjuuut Maaaang - Tanda Cinta di Januari

Friday, 24 December 2010

Ada Apakah Dengan Ibu & Anak Ini??

‘Buah jatuh tidak akan jauh2 dari pohonnya’. Bagi sebagian orang, mungkin pepatah ituh benar adanya. Tapi bagi gw & Nyokap, tingkat ‘kemelencengan’ si buah lumayan jauh. Mungkin hal itu jualah yang menyebabkan ketika kami kembali hidup bersama, dibutuhkan proses adaptasi cukup lama. Tak jarang bahkan dalm proses itu muncul ‘pertikaian sesaat’. Secara udah 12 taun sudah kami hidup berbeda atap, dimana kuantitas perjumpaan setiap tahunnya bisa diitung dengan jari [terserah mo pake jari kaki ato jari tangan].

 
Lanjuuut Maaaang - Ada Apakah Dengan Ibu & Anak Ini??

Saturday, 4 December 2010

Bintulu, Setahun Lalu

29 November 2009 merupakan hari spesial buat gw & Abang. Kenapa Jeng, tanggal pernikahan yah? Bukan, anniversary kami masih 1,5 bulan lagi koq. Oooooo ….. berarti tanggal waktu pertama kali ketemu trus jatuh cinta? Hihihi, tet … tot …! Tebakannya salah lagi. Gw kaga inget kapan tepatnya ketemu Abang, coz diantara kami ga pake acara jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, ato ketiga. Setelah perjumpaan ke 34 kali, ga ada angin ga ada hujan tapi ada yang jualan es cendol [bagian ini ga usah dibaca, GA PENTING sodara2], secara mengejutkan dan sekonyong2 koder, doski mengirimkan lamaran via imel [kisah romantis Zul Romeo dan Susan Juliette ada disini]. Maka gw, sesuai dengan wangsit dari hasil pertapaan 40 hari, akhirnya memutuskan hubungan dengan pacar, lalu menerima lamaran tersebut. 3 bulan kemudian kami menikah. Jadi, 29 tanggal apaan Say?? Jangan bikin orang penasaran dunks?! Wokeh, wokeh, gw kasih tau yey semua. 29 November merupakan hari terbebasnya kami dari masa2 jahiliyah.
Lanjuuut Maaaang - Bintulu, Setahun Lalu

Thursday, 18 November 2010

Happy Idul Adha 1431 H

Keluarga Zulfadhli. HM mengucapkan

HAPPY IDUL ADHA 1431

MARI KITA PELIHARA SEMANGAT BERBAGI


(walopun telat ngucapinnya, teteup afdol kan Say?)


4x Lebaran di negeri orang (Idul Fitri 1429 H, Idul Adha 1429 H, Idul Adha 1430 H, Idul Adha 1431 H). Sesama negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Serumpun. Iklimnya pun sama, tropis. Tapi kenapa rasa ketika hari raya tiba jauh berbeda?


Idul Fitri 1429 H

Saat itu kami stayed di camp. Berdua saja, karena Zahia masih di dalam perut. Habis sholat magrib & Isya, Abang takbir sendirian di rumah, karena di camp memang ga ada masjid. Hiks, betapa gw merindukan susasana malam takbiran di kampung halaman: orang keliling2 kota sampe pagi; naik truk, motor, ato mobil; mengumandangkan takbir, kadang disertai dengan tetabuhan galon air minum, drum, gendang, ato apapun yang bisa ditabuh. Semarak dan meriah bukan main.

Keesokan hari, pukul 6 am, gw dan Abang bersiap2 menuju masjid di kampung Jepak, masjid terdekat dari camp, sekitar 20 menit perjalanan naek mobil, ato
Lanjuuut Maaaang - Happy Idul Adha 1431 H

Tuesday, 26 October 2010

Commercial Break : 17.10.2010

Rencana hari ini mo mosting cerita mudik episode 2, tapi dikarenakan ada acara spesial diikuti dengan kejadian yang bikin darah gw mendidih [tatuuuttt], maka iklan dulu deh sekejap dua kejap. Yuks mareee Temans dimulai rumpi2nya.

Tanggal 17 Oktober merupakan hari istimewa buat kami. Tepat jam 12.45 am, taun 2008, di Bintulu, ada emak2 bohai, yaitu gw, yang memberojolkan seorang baby manis, lewat operasi Caesar. Operasi dilakukan mendadak, bukan karena petunjuk Si Mbah tanggal 17 merupakan tanggal baik, tapi Ybs (yang bersangkutan) tanpa diduga tanpa dinyana udah bukaan 2, padahal posisi Jabang Beibeh sungsang sesungsang-sungsangnya [binun dah bacanya]. Sesuai rencana awal, baby perempuan itu diberi nama Zahia Shahmin Najla. Nama indah diambil dari bahasa Arab, dari sebuah buku yang dibuka diam2 sampulnya, di Gramedia Pontianak. Artinya kurang lebih adalah seperti ini: putri cantik dan cerdas, bermata indah, dan baik keturunannya. Tersematlah doa Ayah Bunda, berharap permata hati belahan jiwa akan menjadi seperti yang didoakan. Amien.

Dan tanggal 17 Oktober lalu, sang baby genap berumur 2 taun. Betapa waktu berlalu sangat cepat. Perasaan baru kemaren mules2 eh sekarang si anak dah menjelma menjadi gadis. Baru kemaren udelnya puput, eh sekarang dah pandai pilih baju sendiri. Baru kemaren giginya ompong, belom nongol sebijipun, eh sekarang dah minta kawin [nah lho?!?!]. Terus perayaan hari lahir Zahia gimana Bun? Dirayain ga? Secara gw dan Abang penganut say-no-to-b’day-party-yang-berlebihan, maka dengan sederhana ajah kami (baca: Zahia + AyBun + Uti) memperingatinya. Hari Sabtu Ayah masak nasi kuning spesial + telur dadar diiris2 halus + sambel teri kacang. Bunda kebagian tugas bikin ayam goreng + daging kecap. Loh ko masak2nya kecepetan 1 hari seh Jeng, kan ultahnya Minggu? Sengaja masak sehari sebelomnya, coz Minggu pagi rencana sarapan dengan nasi kuning & the gank. Ga mungkin toh gw bangun jam 2 pagi, disaat ayam masih pada grok2 dan maling beraksi, untuk masak itu semua?!

Oya, hari Sabtu AyBun beli kue tart di Mega Hotel, cheese cake campur coklat tiramisu. Harganya lumajan murah bo, karena kue diskon alias buy 1 free 1, jika belinya diatas jam 6 pm. Dengan 40 RM [ga nyampe 120 rebu rupiah], kami mendapatkan cake super uenak, rasanya uedan tenan, bikin hati gembira, lidah tertawa, dan lupa akan tanggal tua.

Hari-H. Zahia bangun jam ½ 8 pagi. Langsung menuju kulkas sambil bilang “Nda, cake kakak”. Hihihi, inget ajah doski sama yang enak2. “Nanti yah Sayang Bunda keluarin cakenya, takut melting. Sekarang Zahia mandi dulu biar cantik dan wangi”. Sementara gw mandiin Zahia, Ayah dan Uti heboh di ruang tamu. Yang satu sibuk niupin balon ampe bibir jontor, satu lagi sibuk menghias2 balon dan topeng. Habis mandi, pake baju pinky hasil pilihan sendiri, mulailah Zahia pecicilan, lari kesono-kemari bawa2 balon. Gembira banget pokonya.

Jam 9 cake dikeluarkan dari kulkas. Pasang lilin, nyalain api, kami pun mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya. Loh koq? Emang peringatan 17 Agustus?! Maksud gw, nyanyiin lagu medley ‘Selamat Ultah-Happy B’day to U-Tiup Lilin-Potong Kue-Twinkle2 Little Star’. Yang terakhir emang agak2 Jaka Sembung bawa gentong, ga nyambung nyong, tapi wajib dinyanyikan karena merupakan lagu paporit. Bergantian Zahia mencium & menyalami tangan kami. Ya Allah, sehatkanlah Zahia, panjangkanlah umurnya, jadikanlah ia anak sholehah, anak yang selalu menjalankan perintah-Mu dan takut akan larangan-Mu. Ya Allah, bimbinglah kami, orang tuanya, agar senantiasa mengajarkan kebaikan kepada Zahia. Amien ya robbal’alamin.
Balon hasil tiupan Ayah. Dasar AyBun kaga modal, masa balon & topengnya Uti yang beliin seh?!

Kado dari Uti. Lagi2 AyBun ga modal. Isinya papan tulis kecil beserta spidol, kaca + sisir, dan pinsil. Semuanya serba kuning
Bikin ngiler kan ngeliatnya? Slrruuuuuuppppp

Lalu seperti biasa, rutinitas dimulai. Nyuapin makan Zahia, kasih susu, bikin jus buah,nonton Barney, main, bobo siang. Zahia grok2 jam ½ 2, AyBun nonton DVD non-bokep, pilem action, judulnya The Xpendables. Jam ½ 4 Princess bangun, kamipun siap2 pergi ke Miri City Fan, swimming time ... horeeee!!

Ini pertama kalinya, setelah 11 taun, gw kaga berenang, baik di kolam renang, kolam ikan, sungai, danau, laut, ato empang. 1 bulan sebelum Lebaran, gw dah beli baju renang muslimah, merah warnanya, secara online. Sayang beribu sayang, ampir 3 bulan si merah teronggok begituh ajah, tanpa sekalipun digunakan. Sempat juga tu baju ikut travelling puter2 pulau Jawa dan Kalimantan selama mudik [Abang rencana mo ngajak Zahia renang di Sinka Island, Singkawang], tapi kaga juga dipake2. So, sekarang lah saatnya si merah beraksi.

Zahia + Bunda + Uti mulai nyemplung ke air. Ayah jadi tempat penitipan barang merangkap juru potret merangkap cheerleaders, nunggu di pinggiran kolam, bernaungkan atap biru [di pinggir kolam ada saung2an buat para pengunjung yang ga berenang]. Setelah ampir 1 jam, dimana jari2 tangan udah kisut bin peot, kami mengakhiri pelajaran renang hari ini. Tapi sodara2, ngeluarin Zahia dari sono bener2 butuh perjuangan dan tenaga kuli. Ngamuk tu bocah pas diajak mandi, mau renang lagi. Mana teriak2 kaya lagi dianiaya emaknya pula. Sabar San, sabar! Pergumulan ibu anak tersebut berkahir damai. Kami menuju pancuran. Uti gendong Zahia, Bunda mandiin, Ayah pakein baju. Kerja sama yang elok dan terorganisir rapih, bukan?

Tiga Generasi. Nenek, Anak, dan Cucu demen banget maen air.

Well, bagi Bunda yang rindu akan air [ketauan deh jarang mandi], bersama Uti, nyebur lagi ke kolam dewasa. Ayah sebelumnya mewanti2 jangan ke bagian yang dalem, cukup di tempat 1,5 meter ajah. Beres Bos, kami akan mengikuti petuahmu. Baru ajah gw dan Nyokap akan memperlihatkan kemampuan renang versi atlit olimpiade spesialis gaya kucing garong, tiba2 seorang penjaga kolam [mohon pemirsa jangan bayangin penjaga pantai yang ada di pilem Baywatch yah, kalo ini versi kacrut] nangkring di pinggir kolam. Awalnya gw ga ‘ngeh kalo dia ada perlu sama Duo Dara Yahud (disingkat menjadi D2Y), Nyokap juga, makanya kami terus asyik ngerumpi dan pemanasan. Tapi cewe cina di samping kami ngasih kode pake tangan, mengisyaratkan tu Bapak ada perlu ama D2Y. Yo weiss, yuks kita deketin dia Mom.

D2Y : (koor) “Ada apa Pak Cik?”
BKW3 (Baywatch KW 3) : “You tak boleh swimming kat sini”
D2Y-S : “Why?”
BKW3 : “Macam mana you swimming pake kerudung. Tak bolehlah. Jika you nak mandi, guna skirt pendek, dan lepas tu barang” (nunjuk kepala gw)
D2Y-S : (muka mulai sangar, taring keluar perlahan2) “Loh, ini kan memang baju renang khsusus muslimah, Pak Cik”
D2Y-M : “Yes, ini kan swim suit. Anak saya beli baju renang di internet” [informasi yang sangat penting, sapa tau tu Bapak mo beliin anak gadis dan istrinya]
BKW3 : “Saya tahu Puan, saya pun moslem. Tapi you guna kerudung. Itu barang suci. Sedang ini tempat kotor. You mandi dengan orang bukan muhrim.”
D2Y-S : (nyolot) “Jadi kalo orang berjilbab harus berenang dimana? Ada kah kolam khusus perempuan?”
BKW3 : (senyum2 kambing bandot) “Tak da kat sini kolam macam itu. Kan saya dah kata, kalo Puan nak swimming guna saja skirt dan topi”
D2Y-S : (mata culang-cileung, mulai nyari sapa tau di pinggir kolam ada gergaji ato arit) “Aneh! Di Indonesi muslimah yah berenangnya seperti ini, dan sah2 ajah!!!”

D2Y-M : (berpartisipasi) “Iya, boleh2 ajah”
BKW3 : “Saya paham Puan, tapi regulation disini macam tu”
D2Y : (keluar dari kolam sambil mendiskusikan kejadian dodol barusan)

Sumpe deh!! Miri kan bagian dari M’sia, yang katanya Negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, ko bikin peraturan aneh binti ajaib kaya gituh? Coba deh Temans bayangin, berapa banyak jilbaber yang memiliki hasrat untuk berenang? Pasti bukan Cuma gw doang kan?! Trus dimana dunks mo menyalurkannya? Bener deh, gw mo ketawa rasanya. BKW3 ngakunya muslim, tapi nyuruh seorang muslimah untuk berenang pake rok pendek dan topi, hanya karena kerudung dianggap suci. Jadi sebenernya yang suci itu apanya? Sebuah penutup kepala berjudul kerudung kah? Ato niat seseorang untuk menjalankan perintah Tuhannya, yaitu menutup aurat? Asli, bingung gw dengan konsep kesucian si Bapak Baywatch!!!

Kami mengambil peralatan mandi dll, segera menuju ke bilik ganti. Ayah Zahia bertanya2 kenapa berenangnya udahan, cepet amat? Gw ceritain peristiwa tadi. Pembicaraan terhenti karena bilik ganti udah di depan mata.

Di mobil, gw kembali menceritakan kejadian lengkapnya. Abang menanggapi dengan tenang, kalem, beli balsem, tempe bacem [kaga nyambung!]. “Setiap tempat kan punya peraturan masing2. Kalo emang disini seperti itu, ya udah, kita sebagai pendatang harus menghormati peraturan tersebut. Ayah tau Bunda kepengen banget berenang, tapi Ayah tau kalo Bunda ga akan membuka aurat hanya demi renang. So, sabar ajah Sayang. Tar kita berenang kalo di Indonesia ajah. Ato Januari pas kita main ke KL, kita swimming di hotel, sapa tau boleh. Lagian kalo orang gila kita masa mo ikutan gila? Begitu juga dengan orang bodoh, jangan kigta jadi ikutan dongo berdebat dengan mereka. Okeh Cinta? Ayo jangan cemberut lagi, tar manisnya ilang”.

Temans, seketika itu juga gw langsung adem. Esmosi mulai beranjak pergi. Kompor ga meledaks lagi. Senyum di bibir berkembang lagi. Itulah sebabnya gw memilih Mr. Zulfadhli dari beribu2 pria di muka bumi ini [hahaha, serasa Miss universe ajah banyak penggemar. Padahal emang dari beribu2 pria itu cuma sebiji yang mau ama gw]. Kesabaran, ketenangan, kebijaksanaan, cara berpikir, semuanya membuat gw semakin bersyukur, karena Allah memberikan pasangan yang luar biasa. Bersyukur bahwa tulang rusuk Abang yang ilang ditemukan pada gw. Bersyukur atas segalanya. So, berenang? Harap you tau yah BKW3, kalo you nak masuk neraka, pliss jangan ajak2 gw. Lo beli tiket ajah sendiri, dan go head. You boleh taat dengan peraturan kerajaan, tapi gw tetep taat pada peraturan Tuhan. Catet!!!

Note : Jadi kepikiran kenapa gw kaga diusir dari tadi pada saat nemenin Zahia berenang di kolam anak2 yah? Apa karena anak2 masih suci jadi kesucian tu kerudung dianggap bisa terjaga??

Lanjuuut Maaaang - Commercial Break : 17.10.2010

Wednesday, 2 June 2010

Gawai's Open House

Pesta Panen adalah ungkapan syukur orang Dayak kepada Tuhan terhadap panen padi yang telah berhasil diselesaikan. Dalam bahasa lugasnya, seperti yang dikatakan oleh teman laki gw yang berasal dari suku Dayak Iban, para petani mengambil cuti 2 hari dari bekerja ladang, untuk beristirahat. Sebagai ungkapan penghormatan terhadap tradisi ini, maka Kerajaan Malaysia menetapkan tanggal merah setiap 1 & 2 Juni, khusus di Sarawak. Mengapa di Sabah dan Semenanjung (KL) tidak? Karena orang2 Dayak Iban mayoritas berdomisili di Sarawak. Itulah sebabnya di Sarawak ini masih banyak terdapat rumah panjang, yaitu rumah yang dihuni oleh banyak keluarga, masing2 keluarga menempati rumah yang letaknya menempel memanjang hingga bisa mencapai 300 meter untuk panjang satu rumah panjang, seperti hal nya bedeng2 kalo di Indonesia. Jadi, di dalam suatu komunitas rumah panjang bisa dihuni oleh orang tua, kakek nenek, paman, bibi, tante, om, sepupu, pokoknya keluarga besar kumpul di satu lokasi.

Gawai taun lalu, saat kami tinggal di camp, kami menghabiskan masa liburan 2 hari di rumah saja, sebab tetangga kiri kanan yang cuma 3 gelintir itu tidak ada yang Dayak [masih inget kan tetangga kami: Mr. Indihe yang boker di hutan, gw pernah cerita di postingan Camp vs City; dan 2 orang Mr. Phillipino]. Gawai sekarang, kami diundang ke teman Ayahnya Zahia yang mengadakan Open House di rumahnya, Mr. Raymond dan Ms. Sopia.

Karena ada 2 rumah yang harus dikunjungi, maka Ayah memutuskan untuk ke rumah Mr. Raymond dulu di daerah Taman Tungku, baru ke rumah Ms. Sopia di Permy Jaya. Peserta yang berangkat adalah: Ayah Zahia, Pak Supir; Jeng Soes yang manis; Zahia nan menawan; Uti Zahia Sang Nenek Trendi; dan bos nya Ayah, Mr. C yang males bawa mobil sendiri jadi nebeng ajah. Pukul 1 pm kami shalat dzuhur dulu, habis itu langsung berdendi ria. Pada kesempatan kali ini kami menggunakan batik. Maklumlah, baru dapet kiriman Sarimbit dari Indonesia [beli dari temen gw 3 biji 150 rebu. Muraaaahhhhh!! Tengkiu yah Mamake Tegar]. Sarimbitnya warna ijo kalem gituh deh. Batik laki gw model kemeja, baju gw model kalong tangan ¾ sehingga gw kudu pake daleman lagi, sedangkan Zahia model sekdress berleher Sabrina [Zahia hepi pisan pake baju baru. Bolak-balik ngaca terus senyum2 sendiri]. Deuuhhh, mo kondangan kemana neh bajunya kompakan gituh?! Nah Uti Zahia, karena ga dibeliin Sarimbit [maapkan akyu yah Mom, soalnya kalo Mama dibeliin tar Bapak Singkawang kudu dibeliin juga], maka pake batik warna merah juga berleher Sabrina. Kompak euy sama cucu! Jam 1.30 pm akhirnya selesai juga acara dandannya, kami langsung cabs menjemput Mr. C, yang tinggal di mess bujangan ga jauh dari rumah kami, hanya 7 menit naik mobil, ato 30 menit naik sepeda, ato 1 jam lari sambil dikejar anjing, nyampe deh. Ternyata eh ternyata, meski kami ga janjian, Mr. C juga menggunakan batik, berwarna ijo ngejreng. Cucok lah kami tampil sebagai perwakilan kelompencapir antar desa.

Kami tiba di rumah Mr. Raymond pukul 2 pm lewatnya ga tau berapa menit [maklum ga pake jam], disambut oleh istrinya yang sedang bunting ampir 9 bulan, dan 2 anaknya, cowo & cewe. Emak gw langsung heboh liat2 ruangan, inspeksi dari depan ke belakang. Hihihi, Utinya Zahia emang hobi banget liat2 model rumah. Untungnya Tuan Rumah juga ga keberatan memperlihatkan ruangan2 di rumahnya. Abis itu, demi menghargai Sang Empunya Rumah yang udah repot2 nyediain hidangan dan ga enak kalo ga diicip2, maka acara berikutnya adalah acara makan. Menunya: lemang, bihun goreng, ayam kari, semangka. Hah, makan semangka pake nasi? Yah ga lah yau! Semangkanya kan sebagai hidangan penutup.

Mmmm awalnya gw sempet ragu juga untuk makan, sebab dari rumah gw dan Abang udah berdiskusi dan memutuskan hanya akan memakan kue2 kaleng ato minuman ajah, jika ada. Sebab bukannya apa2, kita kan ga tau makanan itu halal / ga, misalnya tu ayam disembelih pake Bismillah ato ga; apakah alat2 masaknya pernah digunakan untuk masak pork ato ga; begitu juga dengan perlengkapan makannya apakah pernah digunakan untuk makan pork ato ga. Tapi, sesampainya disana, melihat Tuan Rumah udah mempersiapkan makanan dan dengan excited menyuruh kami makan, akhirnya laki gw bilang bismillah ajah, dan kami pun makan. Memang yah Temans, terkadang gw & Abang suka bingung kalo ngadepin situasi kaya begini. Untuk bertanya langsung kan ga mungkin, karena yakin dah Tuan Rumah pasti bakalan tersungging kalo ditanya kaya gituh. Cuma beberapa kali pengalaman diundang makan di rumah Temans yang non-muslim, mereka selalu menyediakan makanan halal. Contohnya waktu Natal kami diundang ke rumah pacarnya Mr. Phillipino, disono pacarnya membedakan makanan buat tamu yang muslim ato non-muslim. Bagi tamu muslim, mulai dari makanan hingga perlengkapan makannya dia pesan dari catering Melayu muslim.

Neng Zahia ngapain ajah Bun? Karena Princess bangunnya kepagian, maka pas di pertengahan jalan Zahia langsung minta nenen dan ga lama grok2 deh. Baru kebangun setelah AyBun selesai makan. Bangun tidur langsung melayangkan panadangan ke seluruh penjuru, sambil bibir manyun2. Hal ini terjadi akibat masih kleyengan baru bangun tidur, dengan bingung ngeliat wajah2 baru yang belom pernah diliat sebelumnya. Setelah nyawanya kekumpul semua, baru deh Zahia dengan semangat makan semangka 2 slice, kue lapis 1 slice, kerupuk kembang goyang 1 bulet. Doyan apa rakus, Nak?



Ga kerasa udah ampir 2 jam kami bertamu. Makan berat udah, ngejarah kue2 udah, ngabisin soft drink 1 botol 1,5 liter udah [gw mah minum 2 gelas kecil ajah coz emang ga gituh suka soft drink], ngerumpi ngalor ngidul dari Barat ampe Timur udah, mengiklankan baju2 dagangan udah [Alhamdulillah, nemu reseller lagi], nyanyi2 Karokean lagu2 Iban udah, sesi pemotretan juga udah, so kami pun berpamitan pulang, karena masih harus berkunjung ke 1 rumah lagi. Bersalaman, cipika cipiki, lalu ngambil kembang goyang sebiji buat bekel Zahia di jalan [ngaku deh, buat Zahia to Bundanya?!], diakhiri dengan gudbay dadah. Next destination: Ms. Sopia’s house.

Kami sampai di rumah Ms. Sopia jam 4 pm. Di ruang tamunya yang penuh dengan pernak-pernik baju Dayak lengkap beserta aksesorinya, kami mendapati toples2 yang diisi dengan aneka penganan mulai dari kue kering, kue lapis, kacang, dan sebangsanya. Persis kan kaya suasana Lebaran? Tanpa tau malu gerombolan si berat menggasak isi di dalamnya. Zahia, yang dari di mobil pecicilannya kumat ga bisa diem barang satu menit, heboh makanin kue semprong. Disini Tuan rumah juga udah menyiapkan hidangan, yaitu: salad, ketupat ketan, ayam kari [hidup kari!! Wewww!!], ayam rendang, dan pepaya. Tapi karena udah keburu kenyang makan di rumah sebelumnya, maka kami pun hanya makan sedikit ajah. Zahia Alhamdulillah mau makan pepaya 2 slice.




Jam 5 pm kami pamit pulang, tidak lupa sebelumnya cuci tangan dan kaki lalu gosok gigi …. Hehehe ngawur! Maksud gw tidak lupa sebelumnya poto2 dulu, menyalurkan bakat kami sebagai potomodel Majalah Sobek. Abis nganterin Mr. C ke messnya, kami nyampe di rumah jam 5.30 pm, langsung terbirit2 ngibrit ke kamar mandi. Bukan buat pipis berjama’ah yah Temans, tapi wudhu soalnya belum sholat ashar. GUBRAG!! [Ya Allah, ampuni kami baru sholat jam segini].


HAPPY PADDY'S HARVEST FESTIVAL 2010

Gayu Guru Gerai Nyamai

Gawai Dayak

Lanjuuut Maaaang - Gawai's Open House

Sunday, 25 April 2010

Bunda Zahia Tambah Tua

Tepat tanggal 25 April 2010 ini Bunda Zahia berusia …... jreng-jreng-jreng …… 28 taun. Hehehe, masih muda kan ekye?? Tadi malam Abang dan Mama berkomplot untuk bangunin gw tepat jam 00 lewat sedikit. Tiup lilin di cheese cake yang tadi sore Abang beli 4 slice, yang rasanya uedan tenan, terus gw buka kado dari Mama [udah tuwir masih pake acara dikasih kado, senangnya!]. Apa yah kira2 isinya sodara2?? Ternyata eh ternyata …… berjudi itu haram. Maksud gw, ternyata isinya adalah ……. Timbangan badan!! Hehehe, gubrag! Thanks banget yah Mom buat timbangannya. Dengan semangat membara dan nafsu menggelora gw langsung melakukan penimbangan perdana. Gw rasanya mo pingsan liat angka yang ditunjuk sama jarumnya. Busyet dah, 57 kg!!!! Hah, seumur idup belom penah gw nimbang angkanya nyampe ke-55, biasanya cuma 52-an. Lah ini 57?!?! Ok deh Jeng Soes, tarik nafas dalam2, keluarkan pelan2, rileks. Si Rara anak Pak Camat, dunia belum kiamat. Mulai hari ini makan ga usah rakus, dan dimulai lagi tuh sit-up sehari 50x kaya jaman masih perawan ting2 dulu. Jangan ampe umur 30 badan dah kaya ikan paus. Siaaaapppppp!!!!

Terus laki yey tercinta kasih kado apa? Nah kalo yang itu mah jangan ditanya. Ayahnya Zahia cuma beliin cake 4 slice, itupun buy 1 free 1, terus malemnya beliin KFC secara gw ko tiba2 kumat penyakit males masaknya, dan ngucapin doa supaya istrinya yang manis ini lebih dewasa, sehat selalu, bisa menjadi ibu yang baik bagi Zahia dan istri yang selalu sholehah, serta tidak lupa mencuci tangan ketika mau makan. Amien. Thanks suamikyu, kado doa dari dirimyu dan orang2 tercinta adalah segala2nya. Thanks juga buat temen2 yang udah ngucapin happy b’day via sms atopun pesbuk. Sok atuh kalo mo ngasih kado jangan malu2. Nomer sepatu ekye 39, kalo nomor celana jeans 29 [tuing….tuing….!!]. Ditunggu yaaaahhhhh kirimannya hohohoho.

Yang paling hepi tentu ajah Zahia, karena Zahia juga dapet kado dari Ayah berupa mainan mobil2an. Mmmm…ato sepeda2an yah? Gw juga bingung mo menggolongkannya kemana, tapi inilah bentuknya, yang langsung gw ikat dengan tali supaya gampang nariknya, coz kalo musti narik sambil bungkuk2 bisa2 gw jadi Si Bongkok dari Gua Batu sebelum waktunya :


Ocreh deh Temans, sekian dulu rumpian pagi ini. Mo kemana neh hari Minggu? Nge-mall? Toko buku? Nonton film di bioskop? Ato sedang berniat mengeksplorasi dapur tercinta? Kemanapun perginya Temans, ato mau nyantai2 di rumah ajah, selama dilakukan bareng orang2 tercinta: suami/istri, anak, keluarga, sahabat, teman, dan sebangsanya, pasti akan terasa menyenangkan. Have a nice weekend yah. Bye.

NB : Ayahnya Zahia lagi heboh tuh nguprek2 dapur mo bikinin donat kentang spesial buat bininya. Ai lop yu my hubby. Dirimyu memang jempol deh pokonya!! Mmmuuuaaaccch.

NB lagee : Baru inget kalo Abang udah bikinin gw puisi di pesbuk tanggal 23 [gapapa deh Yah kecepetan 2 hari, soalnya pas ditanya kenapa ga tanggal 25 ajah ngasih puisinya Abang bilang mumpung dapet ide jadi yah langsung ajah dituangin ke Note FB]. Thanks a lot yah Hon. Ternyata laki gw bisa romantis juga hehehe. Hebatnya lagi, kalo dirangkaikan, setiap huruf pertama dari setiap kalimat, membentuk nama Susan Noerina. Ini dia notes dari my lovely hubby :

25 April ................ 1982 - 2010

Syawal 1428 H adalah bulan yang paling akan sering ku kenang dalam hidupku .... Usahaku selama ini untuk segera menikah akan segera dimulai .... Semua keluarga dari pihak calon Istri tersayang akhirnya meng-amini permintaanku .... Awal dan babak baru hidupkupun segera dimulai .... No body believed it, ketika aku memutuskan untuk melamarnya

Nyeleneh, tomboy, apa adanya, suka ngebanyol adalah keseharian dari Istriku .... Optimis, positive thinking, smart and cekatan adalah sebagian kecil dari berjuta kelebihannya .... Energik setiap hari dalam menghadapi setiap detik2 hidupnya .... Ramah dan supel adalah modal utamanya untuk menghadapi setiap orang yang dia temui .... Insyaallah di usianya yang sudah 28 tahun, Istriku tercinta akan semakin matang & sukses .... Niatku sekarang hanyalah berusaha sekuat tenaga untuk bisa membahagiakannya, mendidiknya dan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah .... Akhirul kalam, Ya Allah SWT, lindungilah dan sayangilah keluargakku, bimbinglah kami selalu di jalan-Mu. Amien

Met Milad yang ke-28 Buat Bunda Tercinta

by

Ayah & Zahia

Lanjuuut Maaaang - Bunda Zahia Tambah Tua

Friday, 23 April 2010

Yang Tercinta, Hj. Utin Nengrumwati

Kemarin pagi buka pesbuk, nemu curahan hati suami [gw dan suami memang berbagi account FB]. Gw baca isinya, dan langsung bisa menebak bahwa laki gw tercinta sedang merindukan Nyokapnya, yang notabene adalah mertua gw dan Neangnya Zahia, Hj. Utin Nengrumwati alm. Inilah goresan rindu yang Abang tulis kemarin malam, jam 22.37 pm, dari Hotel Perdana, tempatnya menginap di Lawas [yup, Abang biasa deh lagi dinas luar].

----------------------------------------------------------------------------------

Mama ................................. in memoriam...

Ketika masih ada....
Aku sering kali tidak bisa menghargai keberadaannya....
Ketika dikritik olehnya...
Aku sering kali sombong dengan ke akuan ku...
Ketika beliau semakin senja dan memerlukan perhatian...
Aku sibuk dengan urusan sendiri... .........
..............
....................
Sekarang Ibunda tersayang Hj. Utin Negrumwati sudah tiada...
Aku hanya bisa mendo'akanmu...
Kuharap Allah SWT mendengarkan dan mengabulkan semua do'aku...
Ibunda....maafkan anakmu ini yang tidak bisa membahagiakanmu...
Hanya Allah SWT yang dapat membalas segala jerih payah, usaha dan kasih sayangmu dalam membesarkanku...
Apa yang aku capai ini semua adalah atas do'a restumu...
I love you Ibuku.......

...Ananda...
----------------------------------------------------------------------------------

Membaca ini, ingatan gw langsung melayang kepada sosok Mama mertua. Abang adalah anak sulung dari 6 bersaudara, dan sangat dekat dengan Nyokapnya. Setelah menikah, kami langsung kembali ke habitat kami di pedalaman hutan dan tinggal di camp, sehingga tidak pernah merasakan tinggal bareng dengan orang tua, baik ortu gw maupun ortunya Abang. Ketika gw hamil 3 bulan dan alhamdulillah Abang keterima kerja di Malaysia, dalam rentang menunggu dokumen2 dipersiapkan oleh perusahaan tempat Abang bekerja sekarang, selama 2 bulan kami stay di Singkawang. Awalnya gw sempet ketar-ketir juga, ngebayangin gimana rasanya tinggal seatap dengan mertua. Dimana2 yang judulnya’mertua’ kan agak2 bikin parno [hehehe, imbas dari sinetron neh, padahal gw bukan penggemar sinetron!!]. Ngeri ngebayangin kalo ada konflik sedikiiiittt ajah pasti bisa langsung bikin korsleting tingkat tinggi. Tapi dengan mempersiapkan mental, dan berjanji untuk mengubah gaya hidup malas2an gw seperti malas nyuci baju, malas nyetrika, malas bersih2, dan malas keramas [lho?!?!], gw akhirnya siap lahir batin untuk menjalani hidup 2 bulan dengan mertua. Bismillah.

Ternyata sodara2, mertua gw jauh dari bayangan yang serem2. Sama sekali ga bertaring dan menghisap darah [drakula kalee]. Beliau berdua sangat baiiiiikkkk sekali. Bener2 nrimo gw apa adanya: gw yang rakus dan makannya banyak; kaga bisa masak [dulu loh, sekarang mah dah jago hihihi sombong pisan!]; nyuci baju dan nyetrika hobinya nyuruh ART; lagi hamil bandel ga bisa disuruh diem di rumah karena kapanpun jam berapapun mo pagi-siang-sore-malem-subuh kalo udah kumat kepengen liat pasar langsung kabur dari rumah sama Abang; setiap jam 9 malem kelayapan ga ada di rumah, nangkring di Toko Roti Kaisar beli roti diskon; dan masih banyak kelakuan gw lainnya yang mungkin bikin Beliau berdua geleng2 kepala dan sholat taubat.

Gw ngerasa sangat disayang oleh mertua, secara menantunya baru sebiji. Minta duren, langsung Bapak mertua dengan siaga membelikan duren sekarung, ga tanggung2. Mo makan ati sapi, Mama mertua pulang dari pasar, sebelum berangkat kerja, nyempetin dulu masakin tu ati spesial buat gw. Dan yang bikin gw kaget, waktu kami ada undangan selamatan rumah saudara di Sanggau Ledo, beberapa jam sebelum kami berangkat Mama mertua mengetuk pintu kamar sambil manggil “San….San….”. Gw pikir ada apaan, ternyata Beliau memberikan sebuah gelang emas 10 gram untuk gw. Katanya “Ini Mama beliin gelang buat Susan. Mudah2an Susan suka yah modelnya”. Ya ampyun, betapa tidak bersyukurnya gw kalo udah dikasih gelang beserta suratnya, eh pake acara protes pula. Gw langsung mencium Beliau dan bilang “Makasih yah Mah. Susan suka banget ko, cantik modelnya. Kalo Mama mo kasih cincin sekalian juga gapapa ko”. Hehehe, kalimat terakir ga gw ucapin koq, boong doang. Mo disunat apa dikasih terus minta tambah?!

Lebaran taun lalu, kami menghabiskan waktu cuti Abang yang hampir 1 bulan di Singkawang. Saat itu kondisi Mama memang sedang kurang sehat. 2 bulan sebelumnya Mama jatuh dari motor. Ceritanya pas Mama dan Bapak mo pergi kondangan, di tengah jalan selendang yang Mama pake masuk ke jari2 motor. Jatuhlah Mama dengan posisi duduk ke jalan. Akibatnya, tulang bagian pinggul bergeser sedikit, sehingga Mama sempat tidak bisa berjalan selama 2 minggu, dan masuk RS untuk opname 1 minggu. Setelah itu kondisi Mama jadi kurang begitu fit, penyakit2 silih berganti menghampiri, mulai dari pusing kepala berkepanjangan, demam, panas-dingin ga karuan, badan pegel linu, mencret2, tapi alhamdulillah bukan sakit yang berat2.

Menjelang Lebaran, rumah yang biasanya sudah meriah dengan toples2 yang berisi aneka ragam kue bikinan sendiri, kemarin hanya berisi kue2 ala kadarnya, hasil beli dari Supermarket. Juga kue lapis spesial, biasanya sudah ready barang 4-5 loyang, tapi karena Mama tidak sempat membuatnya maka kami hanya memesan dari keluarga, dan tentu saja rasanya berbeda dengan buatan Mama. Adegan masak-memasak opor ayam, rendang daging, dan berbagai hidangan lainnya, yang biasanya sudah dilakukan sejak 2 hari sebelumnya, kali ini hanya dikerjakan dadakan, dengan menu sederhana, oleh Abang sebagai Chef, dengan dibantu adik2. Meskipun demikian, dalam keadaan lemah seperti itu, Mama tetap kerja, jika merasa badannya agak enakkan. Beliau juga tetap berpuasa, sholat (duduk karena udah ga kuat berdiri lalu jongkok), dan ngaji. Gw sering mendengar lantunan ayat2 suci mengalir dari mulut Mama, di pagi2 buta, saat seisi rumah tertidur lelap. Setiap hari. Acara buka bersama dengan mengundang anak2 yatim yang selalu diselenggarkan dari taun ke taun pun tetap Mama adakan, meski kali ini bukan Mama koordinator masaknya, melainkan sodara2 kakak-beradik dari keluarga Bapak.

Pada hari nan suci, Idul Fitri, Mama tidak sholat Ied karena ga kuat untuk pergi ke masjid. Selain Mama, gw dan adik ipar yang bungsu juga tidak sholat, gw harus jaga Zahia yang demam, dan Jamilah sedang datang bulan. Kata adik ipar gw “Teh, Mama tadi nangis. Katanya Lebaran kali ini kaya bukan Lebaran. Mama ga sholat Ied, ga bikin kue, ga masak2, ga bisa ngapa2in, di tempat tidur ajah”. Gw sedih banget dengernya. Ketika sanak sodara, keluarga, tetangga, dan tamu2 berdatangan, Mama memaksa diri untuk berdandan dan menemui orang2 yang mau bersilaturahmi. Mama bersikeras bangun dari tempat tidur, meskipun sedang meriang, berupaya untuk sebisa mungkin tidak mengecewakan mereka2 yang telah datang.

Gw jadi ingat, seminggu sebelum Lebaran kami shopping ke Pontianak: gw, Abang, Zahia, Mama mertua, dan Nyokap gw. Waktu gw tanya “Mama beneran kuat ke Pontianak? Kalo emang Mama cape tar ga usah ikut ke mall, di rumah ajah”. Mama bilang “ Gapapa, Mama kuat ko ke mall. Lagian pengen jalan2 sama Zahia”. Yo weiis kalo gituh. Mama terlihat senang sekali, bahkan sempat ikutan keliling2 mall sebelum akhirnya memutuskan untuk duduk menanti kami di kursi2 yang ada di selasar mall, ditemani oleh Mo Anis, adik Abang no.4. Begitu juga ketika 3 hari setelah Lebaran, kami mau berjalan2 ke Sambas, mengunjungi adiknya Bapak (kami sebut Mak Ning), Mama tetap ingin ikut. Lagi2 alasannya pengen jalan2 sama Zahia. Ya sutra lah kami pun tidak melarang. Ketika kami sudah mau pulang ke Bitulu, Mama ikut mengantar kami ke airport. Mama menciumi Zahia, cucu pertama dan satu2nya yang sempat dilihat, dengan lembut, berpuluh2 kali.

Temans, takdir setiap hamba hanya Sang Pemilik Hidup yang mengetahui. Hidup, mati, rezeki, jodoh, merupakan rahasia, dan tidak ada seorang pun yang memiliki kemampuan untuk menguaknya. Maut bisa datang kapan saja, tanpa memberi kabar sebelumnya. Begitu juga lah yang terjadi dengan Mama. 11 hari setelah kami kembali ke Malaysia, Mama dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Pukul 5 WIB, tepatnya. Tapi, ada suatu kejadian dodol yang sangat kami sayangkan. Dari siang hape gw di-silent karena sedang menidurkan Zahia, dan lupa dibesarkan kembali suaranya. Hape Abang lagi dicharge. Kami baru mengetahui kabar Mama telah tiada sekitar pukul 7 pm lewat, saat sedang makan malam, via sepupu di Bandung yang menelepon ke hape Mama. “Zul, udah tau kabar dari Singkawang, belum?” tanya Ka Sri. Abang pun menjawab “Belum Ka, memang ada apa?”. Ka Sri tidak bicara apa2, hanya menyuruh kmi sesegera mungkin menelepon ke rumah. Ternyata, ketika gw mengambil hape, ada beberapa sms yang mengabarkan mengenai wafatnya Mama. Dan saat hape Abang dihidupkan, sudah ada lebih dari 30 miscall dan sms yang mengabarkan hal serupa. Spontan Abang langsung meminta gw menyiapkan tas dan barang2 secukupnya karena Abang mo pulang malam itu juga, dengan menggunakan bus, karena untuk pesawat yang terakhir ke Kuching adalah pukul ½ 8, dan sudah tidak terkejar. Gw pun menyiapkan sebuah tas, isinya baju2 Abang, gw, dan Zahia. Awalnya Abang dan Nyokap sangat2 ga setuju gw dan Zahia ikut pulang juga, karena perjalanan dengan menggunakan bus memakan waktu 22 jam lebih. Tapi gw bersikeras, bahwa yang meninggal ini adalah emak mertua gw, yang berarti orang tua gw sendiri, bukan orang lain. Kalo mengenai Zahia diserahkan ajah sama Yang Maha Pengatur, karena gw yakin Insya Allah Zahia kuat. Akhirnya pukul 8 pm, diantar Mr. Rajan, kami menuju terminal bus. Busnya sendiri baru berangkat pukul 9 pm. Bismillah, perjalanan panjang segera dimulai. Untung gw ingat membawa sleeping bag nya Zahia karena di bus sangat dingin sekali.

Kami sampai di Pontianak pukul 3 pm keesokan harinya. Di sepanjang perjalanan, hape Abang berdering selalu, keluarga menanyakan posisi kami sudah sampai mana. Abang bilang dengan keluarga agar Mama secepatnya dikebumikan saja, tidak usah menunggu kami datang, Abang sudah mengikhlaskannya. Lagipula kasihan Mama jika terlalu lama. Kami datang di rumah pukul 6 pm, disambut dengan adik2, yang langsung memeluk kami dengan berlinangan air mata. Bahkan, adik Bungsu Abang yang masih duduk di bangku SMP, Jamilah namanya, pingsan berkali2. Dialah yang menemukan Mama telah tiada di depan tivi, sehingga masih shocked berat, apalagiJamilah baru berusia 15 taun [Bapak mertua sedang dinas ke Solo, adik2 semuanya lagi ke Pontianak, jadi di rumah hanya ada Mama, Jamilah, dan adik Mama beserta suaminya yang kebetulan sedang main ke rumah]. Keesokan harinya, pagi2 sekali, kami (gw dan Abang) nyekar ke makam Mama. Hanya doa yang dapat kami panjatkan, semoga Mama diterima oleh Allah SWT, diberikan tempat terbaik disisi-Nya, diampuni segala dosa2nya dan diterima segala amal perbuatannya. Amien.

Laki2, sekuat apapun, tidak bisa menyembunyikan perasaannya, terutama dari orang2 terdekat seperti istri. Abang, yang berusaha terlihat tegar di depan keluarga dan teman2 yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa, ternyata roboh juga pertahanan dirinya di pelukan gw. Menangis sekeras2nya, menumpahkan air mata cinta untuk Sang Ibunda, mencurahkan kepedihan karena kehilangan yang kian terasa nyata adanya. Bagaimana tidak, Abang bahkan tidak bisa melihat wajah Sang Ibu, mencium, memeluk, dan membelai untuk yang terakhir kali. Hanya gundukan tanah merah yang kami jumpai pagi itu. Juga baju2 Mama yang digunakan saat kerja terakhir kalinya dan kain penutup jasad Mama, yang Abang cuci semua, sebagai pengobat rindu. Gw, dengan terdiam memeluk erat laki gw, dan bilang bahwa gw akan selalu disisinya, untuk saling menguatkan dikala suka ataupun duka. Kala itu memang tidak diperlukan banyak kata atau rentetan kalimat, karena pilu tetap akan ada meskipun kita mencoba menghibur dengan bait2 bijak mengenai perpisahan, takdir, dan ikhlas. Zahia, dengan umur yang belum genap setahun, ternyata bisa mengerti kesedihan Ayahnya, sehingga dia mendekati Abang dan memberikan ciuman dengan bibir mungilnya. Betapa takjub gw melihat kejadian itu. Kami bertiga berangkulan, lama …. lama sekali, hingga perlahan2 air mata mengering dan perih mencoba beranjak pergi, meski langkahnya tertatih2.

Orang2 bilang, bahwa Insya Allah Hj. Utin Nengrumwati pergi dalam keadaan khusnul khotimah. Kepergiannya tidak merepotkan. Sejak diumumkan berita Beliau telah berpulang ke Rahmatullah jam 5 pm waktu Indonesia bagian barat, orang2 berdatangan, bahkan sampe dini hari, ratusan orang. Mulai dari walikota Singkawang beserta jajaran staffnya, engkoh2 Cina pemiliki warung depan kompleks, hingga tukang becak langganan Mama, semuanya datang melayat. Begitu juga saat Mama dikebumikan, beratus2 orang mengantar Mama menuju rumah peristirahatan terakhirnya. Amplop yang terkumpul, jumlahnya puluhan juta. Subhanallah Mama, betapa mulianya dirimu.

Ada 2 kejadian yang bikin gw sangat sedih sekali, yaitu ketika 3 hari setelah Mama ga ada, adik2nya Abang sedang beberes kamar untuk mengumpulkan pakaian, kain2, kerudung, tas, sepatu, dan harta-benda Mama lainnya, yang akan diberikan kepada keluarga yang menginginkan sebagai kenang2an dan sisanya akan diberikan kepada orang2 yang kurang mampu. Saat itu Jamilah memberikan sebuah gaun pesta anak2. Katanya “Teh, ini baju Dede waktu umur 4 taun. Kata Mama baju ini buat Anaknya Bang Long, Zahia maksudnya [Bang Long sebutan untuk anak tertua]. Sambil menerima baju pink yang sangat cantik itu, gw ga kuasa menahan air mata, yang mulai merembes di pipi. Ga lama kemudian, ketika Srie adik Abang nomor 3 membuka laci, dia menemukan sebuah amplop yang sangat gw kenali, karena merupakan amplop THR dari gw dan Abang. Gw ambil, disitu terlihat bahwa amplop udah pernah dibuka, tapi uang di dalamnya masih utuh, bahkan sudah dikasih klip. Tumpah ruahlah air mata yang awalnya gw jaga agar tidak menetes banyak. Ya ampun Mama, ternyata uang itu tidak Beliau gunakan untuk membeli perlengkapan Mama seperti baju dan sebagainya, tapi Beliau tabung. Oya, satu lagi yang gw dengar dari adik ipar gw, Umi, dia bilang kalo setelah kami pergi Mama selalu menimang2 poto Zahia yang dipigura dan diletakkan di atas televisi, sambil berkata “Udah 1 hari Zahia ga di Singkawang”. Keesokan harinya bilang lagi “Udah 2 hari Zahia ga sama Neang”. Begitu seterusnya hingga hari ke-11 Beliau berpulang.

Ada 3 amal yang akan terus mengalir kepada orang2 yang sudah meninggal, yaitu ilmu yang bermanfaat, harta yang bermanfaat, dan doa anak sholeh. Insya Allah kami akan terus mengirimkan doa untuk Mama. Oya, alhamdulillah juga cita2 Mama untuk mengajak Syuhada dan Eni umroh jika Mama pensiun nanti, sudah terlaksana, karena tepat tanggal 19 April kemarin, kedua adik kami itu plus Sri (adik Abang no.3), berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umroh.



Hj. Utin Nengrumwati binti H.Abang Mas’ud
Lahir : Sanggau, 27 Desember 1957
Wafat : Singkawang, 11 Oktober 2009
Meninggalkan
Suami : H. Mastur H. Mattudin
Anak & Menantu :
1. Zulfadhli HM & Susan Noerina
2. Ahmad Syuhada & Umi Jayariyah
3. Sri Wahyuni & Mas Indra Gunawan
4. Eni Kartini
5. Heni Apriani (alm)
6. Jamilah
Cucu :
1. Zahia Shahmin Najla
2. Mas Farras Waldan Gunawan

Lanjuuut Maaaang - Yang Tercinta, Hj. Utin Nengrumwati