Showing posts with label Marriage. Show all posts
Showing posts with label Marriage. Show all posts

Thursday, 19 January 2012

Happy 4th Anniversary, Suamikyu





HAPPY 4th ANNIVERSARY, SUAMIKYU

BUNDA SAYANG AYAH, PASTI!

BUNDA CINTA AYAH, SANGAT!


Terus Jeng, dapet hadiah apa dunks dari Om Zul?? Idiiiihhh, yey comel deh ah mo tau aja! Hadiahnya, hanimunan bawa buntut 2 biji ke Kuching, plus selembar surat romantis, yang bikin Sang Istri takjub ternyata meski lakinya lebih banyak bergaul dengan pohon Acasia dan Eucalyptus, tapi bisa juga merangkai kata2 nan indah. Ini dia surat si Om

---------------------------------------------------------------------------------

Kuching, 12/01/2012

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Tak terasa 4 tahun hampir tiba
Bunda bersedia mendampingi Ayah
Dalam mengarungi lautan cinta kita
Mendaki gunung kasih & sayang 
Zahia & Zafira menjadi cinta kita
Ayah mohon maaf kalo selama ini
Belum mampu memberikan yang Bunda mau
Semoga kita akan selalu mampu
Untuk menjelajahi rimbunnya hutan cobaan
Terima kasih buat Bunda yang senantiasa setia
Menjaga keutuhan keluarga kecil kita
Happy Milad ke-4
Pernikahan kita, Sayang

Wassalam,

TTD
Ayah

---------------------------------------------------------------------------------

Dan sebagai mantan Ketua Teater Ladang Seni di kampus IPB tercintah, 3 hari gw bersemedi tiap ada kesempatan, demi mencari inspirasi, ilham, wahyu, budhi, anthon, beserta temen2nya [Budhi & Anthon mah temen SMA, Jeng]. Maksud hati membuat puisi balasan, eh ampe sekarang otak gw masih ajah ga mau diajak kompromi. Hiks, bener2 degradasi kemampuan! Apa gara2 kebanyakan bergaul sama ulekan, terasi, dan pengki?? Tapi serius loh Temans, jaman dahulu kala, yang judulnya bikin naskah dan puisi buat pementasan kayanya gampang banget ketemu wangsit. Lah setelah merid, gw baru membuat 2 puisi. Ohmigod!!

# Puisi Pertama: Dibuat di Bintulu, 19 January 2010. Hadiah milad pernikahan yang ke-2 untuk Om Zul

Sudah berapa purnama kita bersama, Sayang?
Melalui detik yang bergulir di tangkai-tangkai hari
Melewati hari yang menelisik pucuk-pucuk waktu
Berlarian aku memunguti percikan-percikan cintamu yang berserakan dimana-mana seperti randu yang meranggas
Engkau melenakanku dengan kelembutan sikapmu
Kedewasaan pikiranmu menghisap habis remah-remah ke-egoisanku
Memanjakanku hingga aku kewalahan menggapai malam
Menaburiku dengan gula-gula dari ladang kesetiaan
Betapa beruntungnya aku sampai tak sadar embun melirikku cemburu

Sayang, tahukah engkau?
Tidak sedikitpun terselip sesal saat dua tahun lalu engkau tanpa malu-malu mencuri aku dari Mamaku
Karena jauh-juh hari kau telah berhasil mencuri hati keluagaku, memborongnya satu per satu
Dan sayang, tahukah engkau?
Betapa kebahagiaan menggenang saat aku mengandung Buah Cinta kita
Menenggelamkanku dalam kolam madu karena sebentar lagi akan ada seseorang yang memanggil kita Ayah dan Bunda
Sang Bidadari elok yang hadir tujuh bulan kemudian, bernama Zahia Shahmin Najla

Sayang, masih beribu purnama menanti untuk kita kunjungi
Berjuta mimpi menunggu untuk disambangi
Maka dekap aku erat, genggam jemariku lekat
Kita kayuh perahu bersama agar tak oleng ditelan ombak
Jangan hiraukan mendung yang sesekali menggelayut manja
Atau kerikil tajam yang terinjak tak sengaja pada alas sepatu
Karena aku yakin bahwa awan bahagia akan tetap menaungi kita
Sayang, larutkan jiwa dan ragaku dengan secangkir cinta yang kau punya
Setiap hari, tanpa henti, hingga purnama silih berganti

# Puisi Kedua: Dibuat di Miri, 3 Maret 2011. Dipengaruhi hormon Bu Bunting (pas lagi hamdun Zafira 4 bulan)

Jika ada pria berdandan habis2an seperti rock star, lalu menyanyikan sebuah lagu cinta diiringi petikan gitarnya di tengah2 keramaian, itu pasti bukan dia!

Jika ada pria yang membeli satu buket mawar dua warna, putih dan merah muda, lalu memberikan kepada si wanita dengan sikap berlutut seperti hamba sahaya menyembah Rajanya, pasti itu bukan dia!

Jika ada pria menyiapkan suatu makan malam nan romantis dengan lilin menghiasi seluruh ruangan, plus seorang penggesek biola menyenandungkan instrumen syahdu nan menggetarkan sukma, itu juga pasti bukan dia!

Jika ada pria yang dengan tiba2 naik ke atas meja pada saat kantin dipenuhi makhluk2 kelaparan karena belum makan siang, lalu membacakan deklamasi dengan suara lantang membahana untuk menumpahkan perasaan cintanya, pasti sekali itu bukan dia!

Jika ada pria yang bisa dengan ekspresif mendemonstrasikan rasa sayangnya di depan khalayak ramai, dapat dipastikan itu bukan dia!

Jika ada pria menggubah bruntai kata2 indah ke dalam puisi, menuliskannya pada kertas merah jambu beraroma daun melati, mengirimkannya kepada si wanita di dalam amplop yang juga merah jambu bergambar dua merpati, itu bukan dia, pasti!

Tapi …. Jika ada pria yang dengan gagah berani datang sendirian ke rumah calon mertua, untuk melamar anak gadis semata wayang mereka, dan memastikan bahwa dia akan selalu berusaha membuat si gadis merasa bahagia seumur hidupnya, itu pasti dia!

Jika ada pria rela dibangunkan setiap jam, ketika sedang tidur dengan nyenyaknya, hanya untuk menemani ke kamar mandi, karena Sang Wanita merasa kantung urinenya ditendang terus menerus oleh buah cinta mereka, pasti itu dia!

Jika ada pria yang ikhlas dan senang hati memasakkan nasi kuning, rendang daging, udang asam manis, ayam kecap, kue blackforest, demi membujuk istrinya agar mau makan, pasti itu juga dia!

Jika ada pria ‘ringan tangan’, rela membantu istri menjaga baby mereka, memandikan, mengganti baju dan popok, mencuci pakaian yang berember2 menggunung, serta mengerjakan berbagai pekerjaan rumah lain, di kala istrinya belum mampu berbuat banyak akibat bekas operasi di perut belum sembuh sempurna, meski konsekuensinya masuk kantor dengan mata memerah saga, dapat dipastikan itu dia!

Jika ada pria lembut, penyabar, penyayang, pencinta sejati, berjiwa seperti malaikat, itu dia, pasti!

Tak lagi aku dambakan pria romantis, pangeran bergitar yang datang menyanyikan lagu2 bernada cinta, laksamana penggubah kata menjadi pusi, juara deklamasi, ato pemberi kejutan2 manis seperti cerita2 dalam dongeng

Aku sudah merasa sebagai wanita yang paling beruntung di seluruh dunia, karena dengan segala kekuranganku, memiliki dia, dengan segala kelebihannya. Kami menggenapi satu sama lain.

Tuhan, tak ada kata terucap, selain syukur, karena padakulah tulang rusuknya yang hilang ditemukan.



Lanjuuut Maaaang - Happy 4th Anniversary, Suamikyu

Sunday, 12 June 2011

Episode I : Percaya Diri untuk Bisa Melakukan Perubahan

2 minggu sudah blog ini ditelantarkan emaknya. Doooohhh, seandainya ada ujian mengenai berita2 terbaru dan terhangat dari Temans blogger sekalian, maka dapat dipastikan gw cuma bisa bengang-bengong kaya sapi ompong, menatap hampa soal2, dan membiarkan lembar jawaban tak ternoda. Maapkan akyu Cyiiiinn, tapi inilah faktanya. Bu Bunting lagi rempong buangeth secara bala bantuan (baca: emak gw) mudik ke tanah air tercinta. 17 Juli mendatang Emak baru akan kembali menginjakkan kaki di Miri. So, boro2 buat ngenet, kentut pun rasanya susah. Nyuci baju nyambi sambil masak air, nyapu + ngepel, nyetrika, kasih makan Princess. Nemenin Zahia maen sepeda di garasi sekalian nyapu halaman, nyiram bunga, buang sampah, dan ngecengin anak balita tetangga yang gantengnya naudzubillah. Masak sama mandi ajah yang ga bisa disambi, karena kaga mungkin dunks bentar2 gw keluar dari kamar mandi, dalam keadaan rambut berbusa2, sambil telenji pula, untuk sekedar ngebalik ikan. Apa kata dunia?!?!

Lanjuuut Maaaang - Episode I : Percaya Diri untuk Bisa Melakukan Perubahan

Thursday, 3 March 2011

Itu Pasti Dia!

Jika ada pria berdandan habis2an seperti rock star, lalu menyanyikan sebuah lagu cinta diiringi petikan gitarnya di tengah2 keramaian, itu pasti bukan dia!

Jika ada pria yang membeli satu buket mawar dua warna, putih dan merah muda, lalu memberikan kepada si wanita dengan sikap berlutut seperti hamba sahaya menyembah Rajanya, pasti itu bukan dia!

Jika ada pria menyiapkan suatu makan malam nan romantis dengan lilin menghiasi seluruh ruangan, plus seorang penggesek biola menyenandungkan instrumen syahdu nan menggetarkan sukma, itu juga pasti bukan dia!

Jika ada pria yang dengan tiba2 naik ke atas meja pada saat kantin dipenuhi makhluk2 kelaparan karena belum makan siang, lalu membacakan deklamasi dengan suara lantang membahana untuk menumpahkan perasaan cintanya, pasti sekali itu bukan dia!
Lanjuuut Maaaang - Itu Pasti Dia!

Thursday, 5 August 2010

Bukan Dangdut Koplo, Ato Campur Sari

Dari judulnya, seolah2 gw mo ngebahas mengenai Keong Racun yang beraliran dangdut koplo dan lagi booming2nya, ato lagu2 Campur Sari yang sering didendangkan pada bis2 jurusan Indramayu dan sekitarnya. Bukan sodara2, bukan itu yang akan gw rumpikan. Setelah sama sekali tidak menggauli internet selama berabad2, tentunya tema pembicaraan haruslah hal2 yang penting, menyangkut kemaslahatan umat, dan menonjolkan tingkat intelektualitas yang tinggi. So, agar ga membuang2 waktu, yuks mari kita sudahkan ajah preambulenya, dan segera masuk ke dalam bab pembahasan.

Sebelumnya, kemana ajah neh Jeng Soes baru nongol? Blognya udah berjamur dan dilalerin eh Sang Empunya Blog tak kunjung datang?? Mangap yah Temans, bukannya sok2an super duper sibuk, tapi Bu Bunting bener2 ngerasa susyeeee pisan buat ngenet, baik sekedar buka pesbuk, jalan2 ke blog tetangga, or nulis uneg2 yang ada di kepala ke dalam Word lalu memostingnya ke blog. 2 minggu kemaren bener2 hectic weeks. Mulai dari nyiapin barang2 dagangan yang mo dikirim ke resealler, kunjungan adik ipar plus 3 orang Tantenya laki gw dari Singkawang dan Sanggau selama seminggu, ampe ngurusin Princess yang makin gede makin bikin emaknya sutrisno karena susah makannya udah masuk ke level akut. Mo ngenet malem ato pagi2 buta seperti yang biasanya gw lakukan jaman belom belendung lagi ko kayanya ga mungkin, karena Abang ngasih ultimatum supaya gw tunduk pada petuah Bang Oma di lagu “Begadang” nya. Selain itu gw juga kaga berdaya melawan virus ngantuk dini yang menyerang mata setiap pukul 9 ato 10 pm. Yang ada kalo udah boboin Zahia emaknya ikutan kebo juga deh. Laki gw, selaku admin blog yang satu lagi, kesibukannya luar binasa. Terakhir nulis postingan jaman Fir'aun belom bonding. Setiap ditanya kenapa udah lambreta kaga posting pasti jawabannya sibyuk, kaga ada waktu. Maka dari itu meskipun Lebaran masih sebulan lagi, gw dan Abang mo ngucapin mohon maap lahir batin karena udah lama kaga bersilaturahmi dan rumpi2 ke tempat Temans. Dimaapkan yah.

So, ada kabar apa neh dari keluargazulfadhli?

Tentang Bu Bunting

# Pendapat yang menyatakan setiap kehamilan berbeda memang benar adanya. Waktu hamil Zahia dulu, mulai dari awal kehamilan ampe berojol, punggung gw menjadi geradakan, karena pada setiap centi meter punggung gw ditumbuhi oleh jerawat. Kaga ada area yang ga dijajah sama tu jerawat. Syukurnya ukurannya ga gituh besar, sedang2 ajah. Dikasih bedak Purol, kaga ilang. Dikasih salep aneka merk, masih juga bertahan. Akhirnya gw pun konsul ke Dokter karena jerawatnya kadang bikin gatel. Dokter menyatakan bahwa kejadian tersebut pengaruh dari hormon, tar juga bersih seperti sedia kala, dengan sendirinya. Saran Beliau gw yang sabar ajah ngadepinnya. Yaileh Dok, kalo solusinya adalah sabar ekye juga tau! Hamil yang sekarang, kasusnya masih sama, yaitu jerawat. Cuma doski bermigrasi dari punggung ke wajah gw. Mana ukurannya segede2 alaihim gambreng pula! Untung tumbuhnya ga serentak dan di seluruh muka. Cuma ilfill ajah sekali numbuh minimal 5 biji, gede2, dan sakit. Tumbuhnya pun kadang2 biadab, di idung lah, pas di bawah mata lah, di bibir lah. Hadooooohhhh, nasib nasib! Oleh karena itu, dengan berat hati, gw akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran dari pihak Unilever, dimana mereka meminta gw untuk menggantikan Luna Maya dalam iklan Sabun Lux terbaru.

# Bintitan, padahal kaga hobi ngintipin orang mandi. Itulah yang terjadi pada gw. Udah ilang bintitan di mata kiri, eh ga lama ada lagi di mata kanan. Kaya sekarang, baru muncul bintit kecil di kelopak mata bagian atas. Sadarnya kemaren pas bangun tidur ko mata kanan sakit, tapi mata kaga merah. Setelah diteliti dengan seksama, gw menemukan satu bintit kecil. Pagi ini lebih parah lagi, pas bangun mo sholat subuh mata kanan gw berat banget. Ternyata eh ternyata penyebabnya adalah belek yang nempel udah segede bagong. Oalah!


# Nafsu makan gw teteup tinggi, karena alhmadulillah dua kali bunting ga ngalamin yang namanya morning sickness, mual, muntah2. Paling perut kadang2 berasa kembung. Kata emak gw mah namanya hamil kebo [padahal kami kaga ada hubungan kekerabatan sama si kebo]. Dulu pas emak gw hamil gw juga seperti itu. Apa keturunan yah? Nah, karena nafsu makan gw luar biasa, maka cemilan2 seperti cereals, oat, biskuit, wajib tersedia. Begitu juga dengan bahan2 pangan seperti ayam, daging, ikan, tulang sapi, telur, kentang, tepung (terigu, maizena, pulut), gula, sphagetti, macaroni, dll. Bukannya mo buka minimarket, tapi kalo sewaktu2 kepengen bikin kue ato penganan apa ajah yang bisa dikonsumsi oleh seisi rumah, semua bahan udah ready, tinggal dioprek2 ajah deh. Ini dia beberapa hasil prakarya gw di dapur, sekarang potonya dulu yah, besok2 dah gw posting resepnya.
Sop Tulang Goreng Tepung. Ayah dan Zahia sukaaaaa banget sama masakan Bunda yang satu ini. Huhuy!!
Sop Tulang Goreng Biasa. Ini sesuai request Uti yang ga mau tulangnya dikasih tepung.
Wedang Konde. Jangan harap isinya ada konde emak2.

Oya, ada juga untungnya loh bunting di negeri orang. Kalo disini misalnya pengen sesuatu, trus jajan, gw yakin ke ubun2 kalo cita rasanya ga akan sesuai dengan bayangan di kepala. Apalagi orang Malaysia neh hobinya masakan yang manis2. Mana segala sesuatunya berbumbu kari. So, lumajan hemat deh kaga jajan di luar. Lah kalo di kampung halaman misalnya pengen bakmi GM, Batagor Riri di Bandung, Roti Unyil nya Venus Bogor, ato Mie Ayam Kangkung di Cilegon, tinggal datengin tempat yang dituju, pesen menu yang diingunkan, rasanya pasti maknyuss. Tapi akibat dari menuruti hawa nafsu jajan-deui-jajan-deui sangatlah fatal karena dompet bisa kebobolan.

# Emosi labil. Yup, udah beberapa kali gw nangis. Bukan karena lagi dangdutan supaya dibeliin baju Lebaran ama laki, tapi dikarenakan pening memikirkan Zahia yang makannya susye bukan main. Kebayang ga seh, masa susu dibikin jam 9 pagi baru abis sore jam 5. Bawaannya pengen garuk2 tembok dah gw! So, meskipun di kaleng susu tertulis tu susu kudu wajib musti habis dalam waktu 2 jam, kalo kaga abis harus dibuang, bagi gw peraturan itu kaga berlaku. Bisa rugi bandar kalo tiap 2 jam harus dibuang! Kalo Zahia belom mau minum susunya yah gw masukkin kulkas. Makan juga begituh, 5 suap nasi + lauk, perjuangan nyuapinnya 4 jam! Aiiiiihhhh, kalo bukan anak sendiri uda gw pites deh [emang kutu?!]. Dalam keadaan desperado begituh gw suka nangis, kadang sambil nelepon laki yang lagi sibuk kerja di kantor. Abis mo marah2 juga ga guna, anak umur 22 bulan mana ngarti dimarahin. Gw cuma ngebayangin kalo adeknya udah nongol, terus Zahia masih susah makan, lah pegimana ceritanya? Wong gw ajah emaknya kudu menyabar2kan diri dan sebisa mungkin telaten masukkin tu makanan ke mulutnya, gimana kalo orang lain?? (gw dan laki rencana mo ambil ART abis taun baru). Minta doanya yah Temans supaya Zahia makannya lancar dan mudah. Amien.

# Baju renang yang gw beli online akhirnya dateng juga. Huray! Senangya hatikyu. Udah kaga sabar pengen nyemplung ke empang, maklum lah naluri atlet handal dengan gaya andalan gaya batu akik.

Tentang Lakinya Bu Bunting alias Ayahnya Zahia

# Alhamdulillah kontrak laki gw udah diperpanjang ampe Agustus 2012. Tapi teteup ajah kami masih dag-dig-dug serr soalnya tu kontrak belom ada di tangan, karena masih dalam proses di HRD. Om GM seh bilang katanya kenaikan gaji tergantung penilaian tahunan, dan alhamdulillahnya lagi penilaian Abang taun ini pointnya 102. Congrat yah Hon! Ekye bangga dengan dirimyu! Sekarang tinggal berdoa ajah supaya kejadian taun lalu kaga keulang, dimana pemilik perusahaan sambil luluran di sebuah salon elegan di Paris kirim imel ke semua bisnis unitnya di M’sia, China, Guyana, Australia, New Zaeland, isinya kaya begini: “Wahai semua karyawanku tercinta, ekye minta maap karena adanya krisis ekonomi dunia maka diputuskan taun depan tidak ada kenaikan gaji. Tapi jangan kuatir, seperti biasa pada saat Taun Baru Cina ekye akan memberikan angpaw untuk you semua, 10 RM per orang. Understand??”. Betewe Abang selalu bilang kepada istrinya yang manis, kalo naik gaji Alhamdulillah, kalo tetap juga Alhamdulillah, karena berarti Allah menganggap gaji yang sekarang masih cukup buat kami. Setubuh, suamikyu!!

# Permohonan annual leave udah Abang kirimkan ke HRD. Menurut rencana, kami akan mudik tanggal 2-27 Sept. Semoga di approve yah Say. Bunda kan udah ga tahan pengen nabung ke Tanah Abang. Sama Mangga Dua. Sama Pasar Baru di Bandung. Sama gerai J-Co dan Bread Talk. Oya, karena mo cuti ampir sebulan, maka laki gw bener2 kejar tayang. Mondar-mandir mulu dari camp satu ke camp lain. Memastikan anak buahnya kerja dengan baik dan kaga ada masalah. Yang ada bininya meriang karena jablay tingkat tinggi [hihihihi, bagian ini khusus 17 taun ke atas yah bo!].

# Bini hamil, misua ga mau kalah. Itulah prinsip laki gw. Masa perut gw ama perut Abang gedean perut doski seh?! So, sekarang ukuran celana laki gw menjadi nomor 32. Padahal taun lalu pas belanja di Pontianak beli jeans nomor 31. 2 taun sebelomnya, awal2 merid masih nomor 30. Waktu masih bujangan tong2, ukurannya 29. Bagus … bagus … tingkatkan terus prestasimu, Nak! [Bang, kalo tiap taun nambah 1 nomor, tar umur 50 jadi berapa dunks??]. Oya, pada PEMILU mendatang laki gw juga mo mendaaftarkan partai baru yang diketuai doski sendiri, judulnya PPB, Partai Perut Buncit. Ada yang minat mo daftar jadi pengurus ato anggota?

Tentang Princess Zahia

# Cantik. Pintar. Centil. Cerewet. Pecicilan. Susah makan. Bagian terakhir bikin AyBun pusing 7 keliling. Apalagi kemaren abis demam [Alhamdulillah ga minum obat, Bunda hajar terus pake ASI, 2 hari sembuh], makannya tambah audzubilah. Kebayang ga seh Ibu2 sekalian, masa sehari cuma mau minum susu 1 gelas (selain nenen sepanjang hari), minum air putih bergelas2, dan makan nasi 4 sendok kecil. Hiks hiks hiks! Gw paham ko, yang judulnya sakit lidah pahit, makanan apapun terasa ga enak. Tapi sakitnya udah sembuh, ko nafsu makan ga juga membaik. Padahal kalo kata orang Sunda biasanya abis sakit ada istilah mamayu, yaitu makan jadi banyak, sebagai balas dendam selama sakit kaga bisa makan.

# Nenenholic selalu. Kalo dibilangin udah mo ada dedek, Kaka jangan nenen lagi, langsung duduk di pangkuan Bunda narik2 baju, trus nenen deh ampe puas. Lucunya, Zahia kan dari umur 7 bulan nenennya cuma di payudara kanan, so setiap ditanya buat dedek nenennya yang mana Zahia nunjuk payudara yang kiri. Huehehe, Kaka yang pintar. Giliran yang ga disukai dikasih ke adiknya. Oya, gw dan Abang juga sepakat untuk tidak menyapih Zahia. Kami yakin ko nanti Zahia akan menyapih dirinya sendiri kalo adiknya udah nongol. Kalopun gw kudu nenenin tendem yo weiss ora popo. Eh, bukan tendem deng, tapi tridem, kan Ayahnya ikutan juga huehehe.

# Tanggal 17 Agustus nanti tepat 22 bulan. Udah gadis kan? Giginya ajah udah 14 biji. Tapi ga tau kenapa sekarang2 kalo keinginannya ga AyBun turutin pasti nangis teriak2. Pake acara guling2an di lantai pula! Padahal dulu Zahia jarang loh nangis2 yang heboh gituh. Misalnya : sore2 nongkrong didepan rumah liat anak2 SD main sepeda. Karena udah mo magrib, Bunda kasih tau Zahia dan ajak masuk ke dalam. Pas digendong malah meronta2. Pokonya kekeuh mau di luar ajah nonton orang bersepeda. Akhirnya Bunda paksa masuk lah, pamali magrib2 masih di luar rumah. Wedeh wedeh, di ruang tamu ngamuk! Nangis kuenceng banget sambil jejeritan dan nendang2. Duh, bisa2 tetangga lapor Police neh karena dikira gw lagi menganiaya anak. Kumaha yeuh Ibu2? Punya saran ga ngatasin anak kalo lagi kaya begini??

# Udah tau angka 1-9. Puzzle angkanya selalu berhasil disusun dengan benar. Kalo Bunda tanya angka satu2 secara acak pun bisa menunjukkan angka yang dimaksud dengan tepat. Tapi untuk nyebut baru bisa : wan (one), to (two), ti (tri), fo (four), fai (fife), sis (six), et (eight), nen (nine), ten (ten). Sevennya kelewat mulu. Untuk ngomong Zahia belom bisa ngerangkai kata yang panjang2. Paling “udah mamam”, “pin pin” (baca: upin dan ipin), "tul, betul, betul". Lainnya yah baru 1 suku kata deh: nenen, bebi (baby), nda (bunda), yah (ayah), papa, mama, ti (uti), dak (duck), tate (turtle), mau, ke (oke), puk kerupuk), pik (keripik), tik2 (ujan rintik), nta (minta), dll. Untuk anggota tubuh Alhamdulillah udah tau semua, dari ubun2 ampe ujung kaki.

# Paham jika diajak interaksi 2 arah. Misalnya disuruh tutup pintu, pake sandal kalo mo keluar rumah, simpan baju kotor di keranjang pakaian setiap ganti baju, bisa jawab dengan benar ditanya tangan mana yang buat makan dan tangan mana yang buat cebok, mijetin AyBun (gara2 liat Bunda mijetin Uti), ambil barang ini ambil barang itu (contoh: ambil tomat di kulkas, sapu di belakang, kunci mobil Ayah di gantungan). Pokonya teope deh Zahia [emak2 narsis hobi muji anak sendiri].

Tentang Kunjungan Keluarga dari Singkawang dan Sanggau

# Rombongan berjumlah 4 orang, terdiri dari adik ipar gw (adik Abang nomor 3) yang berstatus sebagai mahasiswi jurusan kimia di UNTAN dan lagi libur semester 3 bulan, 2 orang adiknya Bapak Mertua dipanggil Mak Cik dan Ao, serta iparnya Bapak Mertua dipanggil Mak Andah. Rombongan berangkat dari Pontianak tanggal 24 Juli menggunakan Bus DAMRI berangkat pukul 7 am, sampai di Miri keesokan harinya pukul 7 am.

# Seperti biasa, kalo ada keluarga yang berkunjung ke Miri pasti minta dibawa jalan2 ke Brunei, secara Brunei deket ajah dari rumah kami (2 jam perjalanan naik mobil sendiri. Kalo naik getek belom pernah nyoba). So, hari Minggu ketika rombongan datang, habis sarapan langsung cabut ke Brunei deh. Tujuannya tak lain tak bukan adalah jerudong Park dan Masjid Sultan Hassanil Bolkiah yang berkubah emas asli. Inilah beberapa hasil kenarsisan kami [narsis ternyata tidak hanya menyerang kawula muda, yang tua pun bisa terinfeksi].

Sultan abis ultah. Makanya di pinggir jalan buanyak buangets baligho2 segede bagong seperti ini. Tapi Sultan Bol emang top deh! Udah 64 taun masih ganteng. Ada yang mo daftar jadi istri ke-4 nya Sultan? Kalo ada tar ekye comblangin deh.
Pose di Menara Cendera Kenangan. Yang baju merah kaga tau diri, udah tua masih sok imut minta dipangku, padahal yang baju pinky aming duduk sendiri di lantai.

Jerudong Park. Atas (kiri - kanan) : Mak Cik, Amo, Mak Andah. Bawah (kiri - kanan) : Manis, Jeng Soes & Zahia.

University of Technology yang ada di Bandar Seri Begawan (tapi gw lupa namanya). Liat baligho yang gede di dinding gedung? Itu poto Sultan Bol. Huehehe, ternyata bukan rakyat jelata ajah yang narsis, Sultan pun kaga mo kalah.

Mejeng dulu ahhhhhh.

# Rombongan pulang pada hari Jum’at tanggal 30 Juli menggunakan Bus Asia. Dateng cuma bawa tas sebiji yang isinya baju beberapa helai, eh pulang langsung kaya pengungsian, bawa kardus berbiji2, mana ukurannya lumajan gede pula. Bayangin, naluri ibu2 pisan, segitu banyak yang jual panci di Singkawang teteup deh tertarik dengan yang namanya panci made in Malaysia. Busyeeettt!!
Lanjuuut Maaaang - Bukan Dangdut Koplo, Ato Campur Sari

Saturday, 3 July 2010

Jantan vs Betina

Akhirnya muncul juga postingan pertama di bulan Juli. Ngomongin masalah keinginan untuk bisa posting secara teratur, seorang teman menyarankan seperti ini:
Buat ajah postingan bersambung, kulihat tulisan Zahia panjang2 seh. Jadi bisa mosting tiap hari. Bisa terjadwal. Tinggal atur tanggal di bagian bawahnya. Yihaaaaaaaaaa”.
Ehm ……. Sebenernya ide seperti ituh udah pernah terlintas di otak gw juga. Tapi setelah gw pertimbangkan masak2, plus diskusi dengan laki gw sebagai sesama admin blog keluargazulfadhli [meskipun Beliau terakhir memposting tulisannya di blog jaman PKI dulu], kami ngerasa kurang sreg. Pertama, gw neh aselinya emang cerewet. Tanya deh ama temen2 gw di dunia nyata, gw mah kalo cerita ga cukup 30 menit. Heboh lah pokonya! Kedua, kalo lagi nonton pilem yang asyik trus tiba2 bersambung karena misalnya dibikin jadi 2 part, ato di tengah2 pertunjukkan bisokopnya mati lampu jadi acara nonton tertunda di tengah jalan, gw pasti mangkel berat karena dihantui rasa penasaran terus-menerus. Ketiga, menulis adalah bentuk penuangan isi kepala kami tehadap banyak hal yang dirasakan, tempat2 yang pernah dikunjungi dan ingin dibagikan keindahannya, pengalaman hidup, peristiwa2 yang terjadi, atopun pendapat yang ingin disampaikan. Dapat dikatakan, blog ini adalah tempat untuk berejakulasi. Bisa dibayangin dunks kalo ejakulasinya setengah2 alias nanggung, yang ada puas ga gondok iya. Maka dari itu, kami memutuskan untuk tetap menulis panjang lebar dalam sekali posting. Eniwei, tengkiu loh buat Bang Atta yang udah ngasih saran. Gw kasih 8 jempol dah buat Abang [jempol kaki gw 2, jempol kaki Zahia 2, jempol kaki Ayahnya Zahia 2, jempol kaki Uti 2. Tenang Bang, dijamin ga bau ko jempolnya kan kami serumah2 rajin pedi meni], yang bisa mosting tiap hari disela2 hari Beliau yang padat merayap [hehehe, emangnya Puncak pas musim liburan sekolah?!].

Balik lagi ke menu utama hari ini. Ceritanya, seorang teman kantor laki gw, istrinya baru ajah melahirkan anak ke-3 nya kemarin siang. Gw pun bilang sama Abang “Yah, hari Minggu kita main yuks ke rumah Mr. R, sekalian nengokin istrinya”. Laki gw langsung setubuh dengan gagasan gw itu. Lalu, ketika semalam kami jalan2 ke E-Mart, mall deket rumah, untuk mencari penapis air (baca: saringan air), gw pun berinisiatif membeli sesuatu sebagai gift buat istri teman Abang tersebut, yang juga merangkap teman berbisnis gw (Beliau ngejualin baju2 dagangan gw ke temen2 kantornya). Nah, gw niatnya mo beli baju ajah, barang 2 biji. Tapi laki gw, dengan kekeuh ngusulin beli 1 set kosmetik baby. Ocreh deh, akhirnya pilihan jatuh ke kosmetik baby. Lagian baju baby di M’sia ini mehong2 bo! Masa celana panjang baby sebiji 15 RM, itu yang semalem gw liat paling murah?! Belom sama atasannya loh! Setelah itu gw bilang ke Abang :

Gw : “Yah, tar kita beliin juga buat emaknya. Apa ajah. Coz ga enak masa ngasih beginian doang”.
Abang : (muka lempeng) “Gapapa Bun, yang penting kan niatnya. Ini juga udah cukup.”
Gw : (kekeuh) “Bunda ga enak Yah, lagian emang kenapa seh kalo beli yang lain lagi? Ayah kan baru gajian juga”
Abang : (muka lempeng dan rata) “Loh, ko jadi bawa2 gajian? Bun, ga ada koq undang2nya kalo mo dateng nengokin orang yang baru beranak kudu bawa kado dengan nominal minimal sekian bla-bla-bla-do-re-mi-fa-sol-la-si-do”.
Gw : (mulai timbul urat2 di leher pada saat bicara) “Ih Ayah kopet pisan! Kan ga enak kita ngasih begituan doang. Dulu waktu Zahia lahir banyak yang ngasih macem2. Orang ngasih baju bukan sebiji doang, tapi ada yang ampe setengah lusin. Masa giliran kita ngasih ke orang ‘segituh doang’? Lagian Bunda kan berbisnis ama Kaka itu. Menjaga hubungan baik napa?”
Ayah : (masih dengan muka lempeng dan rata, yang tiba2 menimbulkan hasrat mencakar gw) “Loh, bukannya kopet. Yang penting kan bawa sesuatu. Emang yang tadi kita beli tuh bukan sesuatu?”
Aaaaarrrrrrgggghhhhh!! Sutralah kalo begituh. Daripada gw esmosi jiwa malem2, memanjang gigi taring gw [drakula kalee], di mall pula. Gw pun menarik nafas dalam2, dan mengeluarkannya lewat belakang bawah (baca: kentut) [dasar gebleg lo San, kentut bilang2!], demi menenangkan diri.

Terkadang gw suka binun dengan isi kepala laki2. Walopun udah khatam berkali2 ngebaca buku “Man fom Mars, Woman from Venus, Tiger from Sumatera, and Elephant from Lampung”, gw teteup ajah masih ga ngerti dengan ke-simple-an cara berpikir makhluk yang memiliki hormone testosterone tersebut. Adu otot tadi malam adalah contohnya. Dan kalo dikau2 sekalian mo tau, masih banyak lagi kasus2 sepele, yang bikin gw dan laki beradu argument.

Contoh Beda Jantan & Betina Versi 1

Latar belakang → Abang dinas luar ke camp. Gw sebagai istri yang perhatian dan gemar menabung mengirimkan sms soe hari dengan tujuan menanyakan kabar Suami Tercinta, bertepatan dengan jam minum tehnya Ratu Elizabeth nun jauh di negeri Inggris sambil makan cemilan2 kecil seperti kue semprong.

..... Jam 17.00 pm .....
To : Suamiku Chayank
From : Mrs. Zulfadhli
Message : Aslkm. Sayang, lagi ngapain? Jam berapa pulang dari block? Hari ini QC berapa hektar? Zahia udah mandi, sekarang lagi main. Bentar lagi mo Bunda kasih makan pake nasi + sayur sawi + daging kecap. Ayah mo beli makan apa tar malem? Luv u!

..... Jam 17.19 pm .....
To : Mrs. Zulfadhli
From : Suamiku Chayank
Message : Wlkmslm. Ok. Luv.

..... Jam 17.22 pm .....
To : Suamiku Chayank
From : Mrs. Zulfadhli
Message : Ya ampyuuuuuunnnnn, jawabnya ko pendek amatz. Pertanyaan Bunda ko ga dijawab seh? Ih Ayah mani pikasebeleun! Pasti deh kalo Bunda sms panjang lebar dijawabnya singkat2 mulu!! Udah tau bininya ga suka dicuekin!!! [mulai banyak tanda serunya]

..... Jam 17.38 pm .....
To : Mrs. Zulfadhli
From : Suamiku Chayank
Message : Maap Ayah tadi baru pulang. Sampe hotel langsung mandi trus sholat. Sekarang mo cari makan. Bunda & Zahia dah makan? Luv.

..... Sms terakhir di malam hari, jam 21.30 pm .....

To : Suamiku Chayank
From : Mrs. Zulfadhli
Message : Sayang, Bunda dah ngantuk. Mo bobo dulu neh. Zahia juga dah bobo dari jam 9. Gudnite Hon. Bobo yang nyenyak yah supaya besok pagi bangun dalam keadaan segar bugar, trus QC dengan semangat deh. Miz u pisan tau! Kangen neh ga ada yang meluk.

..... Jam 21.35 pm .....
To : Mrs. Zulfadhli
From : Suamiku Chayank
Message : Nite Honey. Luv.

Gw pun cuma bisa mengelus2 dada sambil menenangkan diri sendiri dengan bilang “Sabar San…..Sabar! Orang sabar jidatnya lebar!”

Kesimpulan

Sang Istri :
# Smsnya panjang lebar dengan deskripsi yang detail. Hal ini didorong oleh pemikiran ga mau rugi wong sms panjang ato pendek biayanya sama ajah, yaitu 10 sen, ke sesama provider.
# Ekspresif dalam mencurahkan perasaan. Bisa dikategorikan romantis dangdutis.

Sang Suami :
# Smsnya singkat, padat, atletis [lho??]. Punya penyakit males nulis yang panjang2.
# Berpikir bahwa yang penting udah membalas sms, kalo mau cerita detail kan bisa pas nanti ketemu di rumah.
# Menggunakan kata 'luv' pada setiap akhir sms supaya ga kena damprat istri.

Beda Jantan & Betina Contoh 2

Latar belakang → Gw lagi curhat sama Abang, kenapa bulan ini kejadian mestruasi gw aneh banget. Tanggal 27 Juni muncul gejala bulanan, yang diikuti keluarnya spot berwarna kecoklatan menempel pada underwear gw. Maka dari itu gw simpulkan datang bulan. Eh ditunggu2 ampe besok sore si jago merah ga ada keluar barang setetespun. Gw pun mandi wajib. Kemudian, kemarin, tanggal 2 Juli, pas lagi mandi siang2, gw ngeliat serpihan2 darah [emang kaca ada serpihannya??], mencemari lantai kamar mandi yang berwarna kuning gading. Gw simpulkan bahwa kali ini haid yang sebenernya. Ternyata eh ternyata ampe siang ini ga sedikitpun si jago merah menodai diapers yang telah dipasang. Lalu gw pun mendiskusikan keanehan ini dengan misua, secara belom pernah terjadi sebelumnya. FYI, terakhir gw haid bulan lalu adalah tanggal 23 Mei.

Jeng Soes : “Yah, besok kita ke Dokter yuks. Bunda agak2 parno juga kenapa haidnya ndet2an gini”
Lakinya Jeng Soes : (baca majalah dekorasi rumah, tanpa melirik sedikitpun ke istrinya) “ Ok Bun”
Jeng Soes : “Iiiihhhh Ayah teh diajak ngomong mani ga nengok sedikit2 acan ke Bunda. Tau ga seh, Bunda curiga hamil tau”
Lakinya Jeng Soes : (teteup melototin tu majalah tanpa berkedip) “Bagus dunks kalo hamil”
Jeng Soes : “Kalo hamil Bunda juga bersyukur. Tapi ngeri tau keluar darah dikit2 ginih. Waktu awal2 hamil Zahia kan Bunda ga ada keluar darah. Btw Ayah tolong besok pulang kerja beliin Bunda test pack ajah dulu. Tar kalo hasilnya positif baru kita ke Dokter”
Lakinya Jeng Soes : (sibuk bolak2 majalah) “Ok Sayang”
Jeng Soes : (mencari benda tumpul yang bisa digunakan untuk menyiksa suami) “Sumpah deh Ayah nyebelin! Kalo lagi diajak ngobrol jangan baca majalah dong!! Liat muka Bunda napa?!?! Bener2 ga ngehargain pisan!!!!
Lakinya Jeng Soes : (ngelirik istrinya yang mulai naik darah, teteup megang majalah) “Ada apa seh Sayang? Ko ngamuk2?? Kalo Bunda hamil yah bagus. Ayah kan kebelet pengen Zahia punya adik. Secepatnya. Lagian koq kuatir banget, wong hamilnya juga ada suami. Banyak loh orang2 yang hamil ga punya suami tapi tenang2 ajah”
Jeng Soes : (tegangan listrik udah agak turun) “Nah gitu dunks kalo diajak ngomong, nengok ke Bunda, itu baru namanya menghargai”
Lakinya Jeng Soes : (kembali melototin majalah tercintanya) “Deuh Bunda mani sensi, Ayah ngehargain Bunda banget koq. Suer!”
Jeng Soes : (#*%%!*(()%$@!!*&^*$@!@#$^?:”)

Kesimpulan

Sang Istri :
# Dalam pikiran perempuan, yang namanya berbicara dengan pasangan yah bukan cuma mulut yang aktif bekerja, tapi mata juga harus saling berpandangan. Mana enak ngobrol sama tembok!
# Kalo lagi curhat, pengennya dikasih masukkan yang panjang lebar, bukan sekedar jawaban2 singkat ala kadarnya.

Sang Suami :
# Dalam pikiran laki2, berbicara tuh mulut yang bekerja, sedangkan organ tubuh yang lain bebas melakukan aktivitas lainnya.
# Laki gw bilang karena doski ga pernah dateng bulan makanya ga bisa kasih saran apa2. So yah tanggapan yang dapat disampaikan kepada istri adalah 'iya', 'ok', dan sebangsanya. Pokonya yang singkat2 ajah dah, yang penting kan keinginan istri disetujui (baca: Abang menyetujui keinginan gw untuk ke Dokter).

Beda Jantan & Betina Contoh 3

Latar belakang → Percakapan antara menantu dan mertua. Abang dan emak gw lagi di dapur, Abang ngupas buah, Mama masak. Gw ngasih makan Zahia di depan TV.

Menantu : (selesai ngupas buah, buang kulit dan biji ke tempat sampah, nyuci piring, terus mengelap tangannya dengan lap)
Mertua : “Abang barusan ngelap tangan pake yang mana?”
Menantu : (nunjuk lap biru kotak2) “Yang ini, Mom”
Mertua : “Kan udah Mama bilangin kalo lap biru kotak2 itu buat lap piring. Kalo lap tangan yang krem kotak2 besar”
Menantu : “Lupa Ma. Soalnya sama2 lap”
Mertua : “Lupa ko tiap hari”
Menantu : (cengar-cengir kuda nil)
Gw di ruang tamu : (nyeletuk) “Emang enak dimarahin”

Hahahahaha. Puas gw. Puaaaaassssssssssssss [nenek sihir jahat].

Kesimpulan

Emak Mertua :
# Tidak suka jika sesuatu bercampur2 fungsinya. Contohnya yah lap. Kalo buat lap piring, musti kudu wajib beda dengan lap buat tangan.
# Bagi perempuan, satu jenis benda yang sama, bisa saja memiliki fungsi yang berbeda. Dan hal itu tidaklah merepotkan, ribet, ato bikin pening kepala.

Menantu Laki2 :
# Judulnya kan sama2 lap, so what gituh loh??
# Ribet banget kalo harus ngapalin lap biru kotak2 adalah untuk lap piring, lap warna krem dengan kotak2 besar khusus buat lap tangan, lap bunga2 untuk pegangan panci. Bagi laki2 penggolongan kaya gituh bener2 bikin pusing.

Itulah tiga contoh yang menunjukkan perbedaan cara berpikir antara perempuan dan laki2. Lalu, apa bisa diubah cara berpikir dua makhluk berbeda jenis tersebut? Pasti tidak bisa jawabannya, karena sampai kapanpun laki2 akan tetap dengan pola pikirnya yang simple, praktis, beraliran implisit dalam mengungkapkan perasaan. Sedangkan perempuan biasanya lebih rumit, detail, eksplisit dalam mengungkapkan apa yang bercokol di dalam dada. Tentu saja untuk menjembatani perbedaan tersebut adalah dengan mengambil win2 solution, yang menguntungkan kedua belah pihak. Apalagi buat yang udah berumah tangga. Kalo ga kaya gituh, bisa2 perang dunia tiap hari, baik perang dalam skala subro (kecil), maupun kubro (besar). Buat suamikyu, seperti apapun dirimyu, teteup dakyu mencintaimu sepenuh hati. Suerrrr! Dan kalopun ada percekcokan kecil akibat perbedaan pola pikir, gw menganggapnya sebagai bumbu2 cinta, ibarat masakan tanpa garam pasti rasanya hambar, ibarat dompet tanpa duit pasti hampa merana, ibarat ayam tanpa bulu pasti lucu keliatannya [keluar deh petuah2 cinta ala Ceu Soesan].

Note : Alhamdulillah udah dicapai kata damai mengenai pemberian kado buat istri temennya Abang yang baru melahirkan. Akhirnya kami akan memberikan buah aneka ragam, yang ditata dengan cantik dan elegan pada sebuah keranjang, menyerupai buket bunga. So, baby dan emaknya sama2 dapet kado.
Lanjuuut Maaaang - Jantan vs Betina

Friday, 7 May 2010

Cantik = .......... ?????

Gw memiliki orang tua yang kulitnya cukup terang. Bokap, yang asli Phillipine, seperti orang Manado, kulit putih dan mata sipit. Nyokap, lahir di Makassar, merupakan hasil produksi orang tua Jawa (Kakek dan Nenek gw asalnya dari Jawa Timur) tapi besar di Bandung, dikaruniai kulit kuning langsat. Entah kenapa, gw, anak buah cinta kasih Mamake dan Bapake, ga putih, ga juga kuning langsat, melainkan …… putih tua. Ok, Temans pasti bingung kan dengan peng-kategori-an putih tua ini seperti apa? Putih tua adalah bahasa halus supaya lebih enak terdengar di telinga buat item manis. Padahal gw asli loh anak kandung mereka berdua! Itulah kenapa hukum Mendel mengenai persilangan ga benar 100 %, menurut gw [emang kacang kapri??].

Jaman SD dan SMP dulu, gw bukan orang terhitam di kelas, dikarenakan di Cilegon banyak terdapat makhluk2 yang kulitnya lebih gelap dari gw, baik cowo maupun cewe. Pas SMA, gw migrasi ke Bandung, selama 3 taun berturut2 gw memegang top score sebagai cewe berkulit terhitam di kelas [secara cewe2 Bandung mah bening2 gituh loh]. Wow, suatu prestasi yang menakjubkan. Walopun begituh, gw teteup PD jaya, melebihi Jaya Suprana dan Jaya Wijaya. Ketika kuliah di jurusan HPT tercinta, kedudukan gw sebagai Ratu Eksotis digeser oleh Danur, seorang teman asal Garut, yang mohon maap lahir batin berwarna lebih gelap 4 tingkat daripada gw [piss yah Nur]. Sekali lagi, entah kenapa, gw ataupun Danur sangatlah PD dengan kelebihan pigmen yang kami miliki dan suka sekali dengan sesuatu yang ajaib. Misalnya, Danur hobi mengenakan jaket yang bagian leher dan tangannya nya terdapat bulu2, plus tas bulu2 juga, serasa kami kuliah di Eropa. Sedangkan gw, demen banget dengan baju2 berwarna kinclong, seperti merah dan pink.

Waktu training di Pangkalan Kerinci dulu, dari 5 cewe yang ada di GT batch 4, gw masih menempati posisi teratas dalam hal pigmen berlebih. Apalagi setelah masa training selesai, yang mana berarti selama 9 bulan kami ngendon di hutan [namanya juga perusahaan forestry], untuk menanam pokok2 Acasia, melakukan inventory untuk menetahui berapa MAI suatu kompartemen, mengamati efektivitas alat berat pada lahan yang mau dipanen, serta aktivitas2 lain yang semuanya dilakukan dari pagi hingga sore ditemani oleh matahari yang menggigit dengan galaknya, tak pelak lagi membuat kulit gw semakin terbakar. Tapi kembali lagi ke motto awal hidup gw: Naik pitam lalu marah2, Susan hitam yah ga masyalah, maka gw cuek bebek ajah. Lebih tepatnya ikhlas dan nrimo, dengan kondisi kulit gw. Toh gw tetap banyak sahabat, tetap laku di pasaran dan punya banyak penggemar [yuks mari yang mo muntah sedia kantong plastiknya dulu], dan tetap disayang oleh keluarga. Apalagi yang harus dipusingkan?

Gimana semasa kerja di Kaltim, apakah Jeng Soes masih sebagai cewe yang paling item namun manisnya luar biasa? Jawabannya tentu iya. Solanya, kerjaan gw 60 % di kantor, 40 % di lapangan. Kalo Bos gw yang orang New Zaeland udah ngajak ngecek tanaman di Estate (camp), duh bisa berhari2 gw berjemur di block. Gaswatnya gw, misalnya ngendon di kantor 2 minggu, kadar kehitaman berkurang dikiiiiitttt. Jalan ke lapangan beberapa hari, langsung deh kembali ke kulit asal. Lama dan penuh perjuangan bo buat mutihin, eh giliran ngitemin mah bentar ajah. Nasib…..nasib…..!!

Dari dulu gw suka amaze dengan teman2 gw yang kesurupan dengan obat pemutih atau melakukan suntik putih. Kaya waktu di Bandung, banyak temen2 gw yang kulitnya jauuuuhhhh lebih putih dibandingkan gw, tapi hobi beli krim2 pemutih. Mending kalo krim nya dari Dokter sehingga kandungan obatnya bisa dipercaya, ato produk dari kosmetika2 ternama, lah ini asal beli krim apa ajah, yang produsennya antah berantah, entah tu krim ber-merkuri ato ga, yang penting bisa membuat kulit cerah dalam tempo seingkat2nya. Banyak dari mereka yang takjub dan bangga dengan krim yang efeknya cepet itu. Oleskan krim, dalam jangka waktu beberapa hari berikutnya kulit muka akan ngeletek2, proses pengeletekkan memakan waktu kurleb semingguan, lalu muka menjadi lebih mulus karena digantikan dengan kulit baru. Begitu seterusnya berulang2. Yang pasti krim itu menimbulkan ketergantungan serta bersifat sementara. Gimana ga, wong kalo ga pake krimnya muka mereka kembali ke warna kulit asalnya, bahkan seringkali lebih gelap dari awalnya. Banyak juga temen2 gw yang ga puas dengan krim2 pemutih, tancap gas untuk melakukan suntik putih. Weleh2, kalo gw mah ogah! Wong suntik yang jelas2 berguna untuk kesehatan seperti Hepatitis ajah gw parno banget, dan pake acara nangis bombay waktu disuntiknya, apalagi cuma buat kecantikan. Ga lah yau!!

Siapa seh perempuan yang ga pengen tampak cantik? Semua pasti menjawab pengen. Bagi orang2 yang memang dikarunia oleh Sang Pencipta wajah yang elok rupawan, body aduhai, dan kulit terang secerah muka PNS nerima gaji 13 ato karyawan terima bonus tahunan, tanpa perlu mengikuti Take Me Out, pasti banyak laki2 tanpa paksaan rela menyerahkan dirinya kepada Sang Perempuan tersebut. Tapi harus diingat bahwa kecantikan fisik bukan segalanya, dan definisi cantik itu sendiri kan relatif [jelek yang mutlak, kata orang loh hahaha]. Meskipun relatif, entah mengapa cantik menurut pendapat cowo, laki2, pria di Indonesia berdasarkan hasil survey gw terhadap temen22 gw yang kacrut rata2 jawabannya hampir sama. Dan beginilah hasil surveynya:

Putih

Putih ini berada di urutan pertama, ditulis dengan huruf kapital dengan tinta hitam yang tebal, lalu diberi garis bawah. Rata2 temen2 gw bilang kalo cantik itu relevansinya ke kulit putih. Nah inilah imbas dari kolonialisme, secara 350 taun kita dijajah Belanda. Makanya ga heran kalo makhluk2 yang seperti Noni2 Belanda adalah makhluk2 yang definitely cantik 100% [menurut mereka].

Contoh Kasus :
Ada temen gw waktu jaman SMA, namanya Dita, manis bukan main, permen lollipop ajah lewat. Tapi dasar yah cowo2 ga berperi-kehitaman, mereka masih ajah ngomong begini:
Gw : (menatap terpesona) “Ih, Dita manis yah bo”
Cowo2 : (tampang mupeng, menjawab dengan kompak) “Cakep seh, tapi sayang item”
Cowo2 : (menimpali) “Coba kalo putih, pasti sip bangetz!”
Gw : (ngamux) “Lo pikir lo semua tuh putih dan ganteng apa?! Ngaca dunks!! Dasar selera kompeni!! Dimana2 cantik yah tetep cantik, mo putih mo item. Kata siapa kalo orang item tuh ga cocok dibilang cantik?? Ada gituh undang2nya?? Bla-bla-bla-grok-grok-grok-ngak-ngik-nguk-tuing-tuing ………… &*^%@)@$%!#@*”
Cowo2 : (berpandang2an karena ngeri liat singa betina ngeluarin taringnya, ambil kipas, mulai ngipasin gw yang berasap)

Rambut Lurus

Gw yakin seyakin2nya bahwa iklan2 shampoo dan produk2 kecantikanlah yang memegang peranan penting dalam menamkan definisi cantik adalah memiliki rambut lurus, ke otak cowo2 yang korsleting. Gw bener2 herman deh. Bukannya apa2, gw pernah liat pilemnya Demi Moore [judulnya lupa]. Disitu Beliau tampil dengan kepala botaknya, dan tetep cantik menawan, menurut gw. So what gituh loh dengan sesuatu yang namanya rambut? Emang kalo botak ato kribo ga bisa tampil cantik?

Contoh Kasus :
Percakapan gw dengan seorang sahabat gw di teater, Piir namanya.
Gw : “Eh Crut, lo kalo punya cewe maunya yang model gimana?”
Piir : “Yang cantik dunks pastinya. Kulit putih, rambut lurus panjang. Jadi kan bisa gw belai2 rambutnya.”
Gw : “Emang kalo panjang tapi keriting kenapa?”
Piir : “Ga ah, kalo keriting mah ga cantik”
Gw : (cari benda tajam, lalu merajam Piir sampe menggelepar tak berdaya)

Body Gitar Spanyol

Dari jaman Fir’aun ampe SBY, di dalam maupun luar negeri, kecantikan wanita selalu ajah direpresentasikan dengan nomor2, entah itu ukuran payudara, pinggul, dan sebangsanya, yang menurut gw sangat2 ga sopan. Sampe2 ada istilah “Kutilangdarat” [= kurus tinggi langsing dada rata]. Idih, emang kaum hawa itu sejenis aves apa?!?!

Contoh Kasus:
Lagi kumpul2 sama temen2 cowo yang berjumlah 10 orang di sebuat taman di Kampus Baranang Siang tercinta. Taman ini letaknya amatlah stratergis buat ngeceng karena dikelilingi oleh kelas2 dan depannya ada kantin. Kebetulan saat itu gw cewe sendiri.
Seorang temen bernama D : “Woii, arah jam 10. Gile, muka okeh, tapi bodinya sangar bo. Tukang pikul kale”
9 orang cowo kacrut : (dengan kompak ketawa kebahak2 sampe keselek)
Gw : (mengeluarkan tampang drakulwati, memandang satu per satu teman gw dengan judes) “Eh lo2 pada tuh hobiiiii banget ngatain cewe2 yang liat. Dari tadi perasaan ga ada yang bener. Ada yang cantik tapi agak2 berisi dibilang tukang pikul. Ada yang bodinya ocreh surudut tapi lo bilang muka pas2an buat makan. Lo pikir lo2 semua itu seganteng Leonardo Di Caprio apa? Gw jadi penasaran tar lo2 pada dapet bini bentuknya kaya gimana?!?!?!
10 orang cowo kacrut : (kabuuuurrrrrr takut kena bantai)

Betis Langsing

Gw masih mencari korelasi antara betis dan kecantikan, dan masih ga nemu jawabannya ampe sekarang. Emang kalo misalnya mukanya secantik Dian Sastro tapi betisnya segede batang mangga bisa luntur kecantikannya? Binun dah gw!

Contoh Kasus :
Gw dan beberapa teman GT yang cowo lagi mejeng di SKA Mall, Pekanbaru. Kami nongkrong2 di Solaria sambil memperhatikan orang2 yang lewat.
Temen berinisial C : “Gile…..liat deh yang barusan jalan pake baju biru. Muka gw kasih point 9, tapi betis 4”
Gw : “Emang what’s wrong dengan betisnya?”
Temen berinisial C : “Wedew, ngeri ah betisnya, saingan ama tukang becak”
Gw : (berasa pengen jambak rambut temen gw itu plus nyabutin bulu2 kakinya kalo ga sadar bahwa kami sedang berada di Public Area, yang mana gw bisa ditangkap petugas keamanan jika melakukan tindakan brutal seperti itu)

Well Temans, itu baru 4 point dari survey gw terhadap teman2 cowo yang otaknya keblinger. Tapi ternyata, saat gw ketemu lagi dengan mereka di dunia maya seperti pesbuk atopun bertatap muka langsung, kebanyakan dari mereka, para komentator itu, pacaran ato merid dengan cewe2 yang sama sekali ga mendekati definisi mereka tentang kecantikan ideal di mata mereka sendiri. Banyak pula dari mereka yang justru mendapatkan pacar / istri yang ‘tertutup’ (baca: berjilbab). Padahal jaman dulunya justru suka sama cewe yang seksi2.

Kadang kala, saat sekolah atopun kuliah, kita memang menginginkan punya pasangan yang cantik / ganteng, keren, tinggi, berbadan ok, rambutnya bagus, dan segala sesuatu yang berbau2 kelebihan fisik. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, dan perkembangan otak yang mulai menuju kewarasan, gw rasa fisik bukan lagi menempati urutan pertama. Coba deh gw tanya sama yang wanita, mau gituh dapet cowo setampan Tom Cruise tapi ga punya pekerjaan tetap dan suka nyiksa? Ato yang laki2, mau ga punya istri sebohai Pamela Anderson dengan wajah Sandra Dewi, tapi matrenya luar biasa? Gw yakin pasti jawabannya adalah tidak. Ketika menginjak gerbang pernikahan, kecantikan hati lah yang lebih dicari. Seperti laki gw, bersyukur banget dapet bini yang eksotis plus pandai memasak plus jago ngebersihin rumah plus pinter ngurus anak plus gemar menabung plus tidak sombong [pasti yang baca udah niat ngelempar gw pake gayung].

So buat Temans yang belum merid, terutama yang cewe2, ga usah minder dengan keadaan fisik kita. Mo putih tua, mo putih muda, mo jangkung, mo pendek, mo betisnya segede bagong, mo semlohai, mo gemuk, mo kaya papan, tenang ajah. Insya Allah jodoh ga akan kemana, dan yakinlah bahwa Sang Pengatur akan menghadirkan pasangan yang terbaik, jika saatnya sudah tepat, menurut-Nya. Buat cowo2 yang belum merid, think twice dalam memilih calon istri. Bersyukur kalo emang dapet paket kombo yang lengkap : cantik luar dalam. Tapi jika disuruh memilih satu ajah, maka pilihlah yang ‘dalamnya’ benar2 cantik. Jangan sampe dapet boneka manekin, luarannya ok tapi dalemnya kosong melompong.

Tentang Awards

Oya, thanks buat Mba Reni yang udah ngasih awards kepada Bunda Zahia. Thanks yah Mba. Maap baru sempat dipajang awardsnya. Dan awards ini gw teruskan kepada semua Temans yang berada di list friend keluargazulfadhli. Sok atuh ditampi sadayana.

Lanjuuut Maaaang - Cantik = .......... ?????

Friday, 9 April 2010

Nikmat Allah Mana Lagi yang Sanggup Aku Dustakan

Pagi2 buka inbox di pesbuk, nemu email seperti ini dari sohib gw jaman kuliah, Jeng Angs Mamake Tegar.

..................................................................................

Maap Mommy Ay, gw bukannya mau sombong, ato riya..cuma ingin mengungkapkan betapa bersyukurnya gw kawin sama si Bapake..
Dulu waktu sebelom nikah, gw sempet terheran2 dengan sikap cemburu over dosis dia, bayangin gw kaga boleh pake ini itu (sebelom b’jilbab), ga bole main dengan temen2 cowo, ga bole kerja, ga bole main, dll, sampe pernah hampir batal nikah gara2 gw ga tahan..tapiii, semakin kesini, Alhamdulillah semakin merasakan nikmatnya punya laki Bapake Tegar, selain karena boleh ikut2 kerja gretongan (nginep di hotel2 dan makan di restoran, yang notabene kaga bakalan gw bisa bayar klo pake duit sendiri) hehehe, juga karena dia sangat sabar ngadepin gw si tukang ngamuk..
Bayangin San, dia nyetir Jakarta-Tegal, pulang..gw lagi manyun (karena kecapekan) dengan sukarela dia bantu2 ngasuh Tegar, ato beres2 rumah..berusaha nurutin semua mau gw (kadang2 sampe yang ga masuk akal), baik dan sayang keluarga dan temen2 gw! U know kemaren reunian kantor, dia suka rela, nganter jemput temen2 gw, bawa jalan2 keliling Bogor, traktir makan..sampe, gw asik bergosip dengan temen2 cewe gw, Bapake yang jaga Tegar, nyuapi Tegar..aihhh, manis bgt kan..hihi
Ahh, klo di pikir2 sikap menyebalkannya, ga sebanding sikap menyenangkan nya..how lucky I am to have him..
Jadi pesen moralnya: kita harus jaga baik2 laki kita, senangkan lah hatinya..maka dia akan 100x lipat membalasnya Sekian imel tidak penting kali ini..hihi

Ps: 1 lagi yang gw suka dr Bapake, 1 bulan sekali rela menjaga anak sampe malem, sementara gw seharian perawatan di salooon!!! Alhamdulillah,nikmat Allah mana lagi yang sanggup aku dustakan :)

Sent via
Facebook Mobile

..................................................................................

Kami (gw + Jeng Angs + lakinya) adalah temen sekelas di jurusan HPT tercinta. Jaman dulu, dua orang itu ibarat Tom & Jerry. Kaga pernah akur. Bawaannya saling menghina dina, caci-maki, cakar2an, pokonya berantem wae. Ternyata eh ternyata jodoh ga kemana. Selang 2 taun setelah lulus, Jeng Angs yang waktu itu punya pacar, putus dari pacarnya, terus merid sama Bapake [hampir sama yah bo kaya cerita gw dan Abang]. Mereka sekarang hidup bahagia, punya 1 anak yang ganteng, Tegar namanya, gemah ripah loh jinawi karena Bapake sudah menjadi manager marketing untuk area Pulau Jawa di perusahaan pestisida ternama di dunia.

Temen gw yang lain, Dhita, pacaran ampe karatan dengan cowonya jaman SMA, eh ga taunya merid sama orang yang ditemuinya di kereta Jakarta-Bogor saat mo berangkat kerja. Setiap hari mereka selalu naik kereta yang sama, hanya diam2an, terkadang bertemu pandang, lama2 berani melemparkan lirikan maut dan senyum2 simpul semanis madu, tanpa sekalipun keduanya memiliki inisiatif untuk bertanya “Siapa namanya?” ato “Boleh kenalan ga?”. Namun, entah kenapa pada saat hari terakhir temen gw naik KRL itu, karena dia memutuskan untuk resign dari perusahaannya dan pindah ke kantor yang deket rumah supaya ga perlu bangun pagi2 buta untuk berdesak2an di kereta demi ga telat masuk kantor, tiba2 tu cowo dengan sopan meminta nomor henponnya. Dhita pun dengan sukarela memberikan 11 digit nomornya, padahal setau gw dia paling males kasih no hape ke orang yang baru dikenal. Setelah 7 kali telepon2nan, cowo itu pun melamar. Hah, secepat itu? Serius, San? Yoi bro, serius banget! Dengan keyakinan penuh yang entah diperoleh dari mana, Dhita menerima lamaran cowo itu. 2 bulan kemudian mereka menikah.

Itulah kehidupan. Terkadang endingnya ga sesuai dengan dugaan para pemain atopun penonton. Hanya Sang Sutradara lah yang berwewenang menentukannya. Seperti yang Jeng Angs ceritakan, awalnya dia dan Bapake hampir gagal kawin karena sifat Bapake yang cemburuan tingkat tinggi. Gw, sebagai makhluk Tuhan yang paling sexy [loh?!!], paling sebel kalo dilarang2 sama orang yang belum ‘berhak’, bisa memahami perasaan Jeng Angs. Mari Jeng ekye bantu ngelempar pake ulekan [kejaaaaammm]. Tapi percayalah Temans, Tuhan tidak akan pernah merancang skenario yang jelek untuk kita. Dia pasti memberikan yang terbaik. Di balik sifat posesifnya Bapake, ternyata tersimpan seribu kebaikan. Bayangin lah hai, ga banyak loh laki yang mo ikut berpartisipasi dalam mengurus anak dan rumah [Alhamdulillah Ayahnya Zahia mulai dari bantu2 ngurus anak ampe masak semuanya mau ngerjain]. Nah ini sampe ditinggal nyalon seharian, dari pagi ampe malem. Beeeuuuu, itu mah edun surudut, secara kalo gw kaya begitu udah kebayang deh pasti Zahia ngamuk2 nyari nenen, pluzz pulangnya disambut dengan muka masam oleh laki gw, semasam mangga muda.

Terus gimana ceritanya dengan orang2 yang divorce seperti artis2 di tipi, bawaannya saling lempar tuduhan siapa yang paling bener siapa yang salah? Ato orang2 yang mengalami perlakuan keji dari pasangannya? Kan katanya Tuhan selalu memberikan segala sesuatu-Nya yang terbaik? Menurut gw, semuanya kembali kepada orang2 yang menjalankannya. Mungkin di tengah jalan pasangan itu mulai menonjolkan ego masing2, ga mo mengalah satu sama lain, saling menyalahkan terhadap situasi yang terjadi, mulai menggunakan kata ‘aku’ dan melupakan istilah ‘kami’, kehilangan kepercayaan, terkikisnya kesabaran di dalam diri sehingga hal yang remeh pun bisa bikin kebakaran jenggot, sampai akhirnya segalanya menjadi tidak terkendali. Maka perpisahan dijadikan sebagai pembenaran atas apa yang terjadi. Padahal kuncinya adalah introspeksi, dan kembali secara utuh kepada koridor2 pernikahan yang ditetapkan dalam agama [pendapat gw]. Bukankah setiap agama membenci perceraian?

Benar. Nikmat Allah mana yang sanggup aku dustakan. Memang begitulah seharusnya. Semua kebaikan dan keburukan pasangan harus diterima, karena dari situlah kita belajar menghargai sesama manusia. Jatuh bangunnya stabilisasi ekonomi keluarga, yang sering menjadi kambing hitam dalam pertengkaran suami istri, juga merupakan salah satu nikmat. Janganlah kita memiliki pedoman hidup: bikin parit di tanah lapang, ada duit Abang kusayang, duit ngibrit Abang kubuang. Wong waktu mengucap janji setia sehidup semati kita telah berikrar akan seia-sekata dalam keadaan terbaik (mapan) dan terburuk sekalipun (jatuh bangkrut lalu melarat). Maka dari itu, mulai sekarang, biasakanlah mensyukuri nikmat yang datang, sekecil apapun. Dengan bersyukur, Insya Allah semuanya menjadi terasa indah dan bermakna.

NB: Suamikyu, bagaimanapun engkau, meskipun terkadang galaknya ga ketulungan [tapi lebih sering gw yang ngamuk teu pararuguh hehehe], tidak memperbolehkan istrimu ini memakai legging ato baju2 yang seksih menurut penglihatanmu, suka marah kalo ekyu nakut2in Zahia dengan suara cicak karena ampe jam 10 pm lewat masih ga mo bobo, ngambek kalo gw kelamaan ngetem di depan lappie sehingga dirimyu ngerasa dicuekin oleh bini tersayang, dan masih banyak kelakuan2 lainnya yang suka bikin ilfill, tapi aku mencintaimu Honey. Teramat sangat.
Lanjuuut Maaaang - Nikmat Allah Mana Lagi yang Sanggup Aku Dustakan

Thursday, 25 March 2010

Hamil Lagi, Siapa Takut??

Percakapan antara seorang emak dengan anak perempuannya, pada suatu pagi, disaksikan sofa warna merah di ruang tamu dan televisi.

Emak Noortje : (merenung di ruang tamu, kening berkerung2, satu tangan bersandar di sofa, satu tangan lagi sibuk mencari ketombe yang menempel di kulit kepala)
Gw : (keluar kamar dengan muka lemes kurang gizi, mendapati Nyokap lagi bertapa sendirian, memutuskan untuk tidak mengganggu dengan segera bergegas ke kamar mandi menuntaskan hasrat pengen pepsi)
….. 5 menit kemudian ……
Emak Noortje : “Nak, sini deh”
Gw : (mendekati Nyokap) “Ada apa Mom?”
Emak Noortje : “Bulan depan kamu 28 taun. Dua taun lagi udah 30. Udah saatnya bikin adik buat Zahia” (berkata dengan nada datar)
Gw : (gubragg!) “Ih Mama pagi2 ngomong apaan seh?! Aku pikir tadi Mama lagi mikirin keadaan Negara kita tercinta yang ga selesai2 ngusut kasus Century, ato alasan kenapa Raja menaikkan harga gula dari 1,3 RM menjadi 1,8 RM. Eh ga taunya nanya kapan aku beranak lagi. Plizz deh satu ajah masih ribet gini, apalagi kalo ditambah” (menjawab dengan berapi2)
Emak Noortje : “Eh Nak, bagus dikejar sebelom 30. Lagian menurut Mama ok juga tuh kamu hamil lagi kalo Zahia udah umur 2 taunan. Kalo 3 taun baru mo bikin mah terlalu jauh jaraknya. Makanya mulai sekarang pelan2 Zahia kamu sapih. Kalo makin gede makin susah lo nyapihnya”
Gw : “Mom….Mom…. Ni yang mo punya anak aku ato Mama? Udah ah aku mo mandi dulu. Tar ajah diskusinya diterusin” (kabur sebelum diskusi merambah lebih jauh lagi)

Begitulah sodara2. Akhir2 ini makin banyak orang yang menanyakan kapan Zahia mo punya adik. Gw bukannya kaga mo hamil lagi. Mau bangets koq. Suerrr [jadul pisan]!! Lagipula jika Sang Maha Kuasa berniat menitipkan anak lagi kepada kami ga mungkin dunks ditolak. Bisa kualat ekye! Apalagi mengenang masa2 indah saat hamil, dimana gw bisa memalak semua temen2 yang berada di penjuru dunia [hiperbol deh kamyu!]. Jadi inget beberapa korban gw. Ada Piir, temen teater pas kuliah, yang sekarang udah jadi Manager Marketing di Bogor. Ketika restoran Ayam Gorengnya mo bikin franchise di Pontianak, gw dengan semena2 meminta Piir datang ke Singkawang, bawa Toblerone segede bagong, setengah lusin. Ada juga Zee, mantan temen kost-an di Rulita. Gw telepon dia dan bilang betapa gw merindukan keripik singkong pedas yang bertabur ebi buatan emaknya. Seminggu kemudian dia paketin tuh keripik dari Bangkinang, Riau. Lalu Jeng Indah, eks temen seranjang, yang dengan sukarela dan ikhlas lahir batin mengirimkan keripik pisang coklat keju 4 plastik gede dari Lampung [eh, 3 ato 4 yah Ndah? Lupa gw]. Tidak lupa gw menagih upeti Dunkin Donuts 1 kardus, waktu Bos gw tugas ke Jakarta. Masih banyak lagi list korban penjarahan, yang mungkin kalo tega sama emak2 hamil udah ngelaporin gw ke KOMNAS HAM. Kalo mengingat2 itu semua, bawaannya jadi pengen hamil terus. Yah sapa tau kalo gw mintanya sambil nangis2 berlinang air mata buaya 1 ember temen2 mau juga ngebeliin tipi flat ato oven [ngarep].

Sebagai pasangan suami istri, sejak awal kami mencanangkan REPELITA, Rencana Perkembangbiakkan per Lima Tahun. Emang cuma Negara yang bikin rencana jangka pendek, panjang, dan menengah! Memang ada perbedaan pendapat antara gw, sebagai pihak pertama, yang akan menyumbangkan telur, jika sukses maka selama 9 bulan akan mengandung buah cinta kami [ternyata waktu hamil Zahia dikasih korting 2 bulan], dengan laki gw, sebagai pihak ke-2, kontributor kecebong2 untuk membuahi. Apa tuh Jeng perbedaannya? Biasalah, mengenai kuantitas. Apalagi kalo bukan jumlah anak yang kami rencanakan. Gw pengennya punya anak 2 ato 3 lah paling banyak. Kalo Abang 6 ato 7. Busyet dah, mo bikin team voli plus pemain cadangannya Om??

Abang berasal dari keluarga besar. Merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Saat mereka beranjak dewasa, lalu memutuskan untuk meminang anak orang, merid, beranak-pinak, punya rumah sendiri ato merantau seperti kami, rumah di Singkawang pun mulai terasa sepi. Apalagi sejak Mamah Abang meninggal pada Oktober taun lalu. Sunyi semakin terasa. Hanya tinggal Bapak, adik laki2 Abang yang no.2 [dulu bininya stay di Singkawang juga, tapi saat hamil 6 bulan, diantar oleh lakinya ke pangkuan orang tua karena mo ngelahirin di Jawa ajah], dan adik bungsu Abang yang masih duduk di SMP kelas 3. Kondisi seperti itulah yang mengilhami Abang untuk punya banyak anak. Wong ortunya ajah punya 6 anak tapi tetep kesepian apalagi kalo anak cuma 1 ato 2 biji.

Berbeda dengan gw, yang kaga punya adik kaga punya kakak. Gw adalah anak tunggal. Kalo gw tanya ke Nyokap kenapa gw ga punya adik, Beliau jawab “Kalo Mama tau Papa kamu bakal cepet meninggal, Mama mungkin bikin anak lagi supaya kamu ada temennya”. Setelah Bokap meninggal di taun 1991, Nyokap memilih untuk tetap sendiri meskipun banyak laki2 yang mendaftarkan diri untuk jadi Bokap tiri gw. Sejak tamat SMP, gw ga tinggal sekota lagi dengan Nyokap. Meskipun demikian, hubungan kita sangat dekat. Waktu gw jatuh cinta, curhatnya sama Nyokap. Pas gw sakit ketek, gara2 ketek gatel dan saking semangat menggaruk sampe iritasi, lama2 mengeluarkan cairan kuning kaya nanah, sehingga dimanapun dalam kesempatan apapun gw selalu mengambil posisi seperti orang senam dengan gerakan tangan direntangkan lalu ditekuk di depan dada [karena kalo tangan nempel ama ketek perihnya bukan main], Nyokaplah orang pertama yang gw kasih tau. Karena kedekatan itulah setelah gw beranjak dewasa gw memberanikan diri untuk bertanya kepada Nyokap apakah Beliau kesepian karena gw selalu merantau, meninggalkan Beliau tinggal sendiri di rumah dengan Ipah, ART yang udah 10 taun lebih ikut dengan kami dan sudah dianggap seperti anak sendiri. Nyokap bilang “Mama ga kesepian ko, jam 7 am ampe 5 pm kerja, hari Minggu kalo ga kongkow sama temen2 Mama sibuk dengan kegiatan organisasi [dulu Beliau ketua BPWA, Banten Professional Women Association]. Ga usah dipikirin, dengan kesibukan Mama yang setumpuk ga pernah tuh Mama ngerasain sepi”. Well, entah benar ato tidak, gw berusaha untuk mempercayai jawaban itu.

Dengan latar belakang keluarga yang berbeda, maka tidak heran apabila gw dan Abang memiliki persepsi masing2 tentang jumlah anak. Tapi tetap ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk menambah momongan. Seperti kata pepatah orang bijak dulu: bikinnya enak2 ajah, ngegedeinnya itu yang butuh perencanaan matang baik dari segi fisik, mental, dan finansial. Faktor2 yang menjadi pertimbangan kami adalah:

1. Usia
Untuk hal ini gw dan Abang sepakat dengan pendapat Nyokap, sebaiknya sebelum gw berumur 30 udah kasih Zahia adik. Kalo laki2 sebagai penanam saham seh umur ga begitu bermasalah. Wong di Koran banyak berita Kakek2 memperkosa anak tetangganya yang masih duduk di bangku SMP kelas 1, sampe tu anak hamil [duh Kakek, setan mana yang merasukimu?]. Ini artinya, bahwa udah bau tanah pun organ reproduksi laki2 masih bisa berfungsi dengan baik [walopun banyak juga yang makin tua makin lemah kepakan sayapnya]. Tapi kalo perempuan kan resiko kehamilan makin besar seiring dengan usia yang makin tua.

2. Jarak antar anak
Menurut kami, rentang ideal antar anak adalah 2 sampe 3 taun [monggo kalo Temans punya pendapat sendiri]. Apalagi gw bercita2 untuk memberikan ASI kepada anak minimal 2 taun. Sekarang Zahia 17 bulan, dan Alhamdulillah masih mimik ASI. Jika gw hamil saat Zahia 2 taun, maka Zahia akan menyandang gelar Kakak ketika berumur 2 taun 9 bulan. Kami berharap di usianya itu Princess udah agak2 paham kalo perhatian AyBunnya terbagi untuk adiknya juga.

3. Kontrak kerja
Nah, ini part yang penting. Sebagai kuli di negeri orang, yang nafasnya disambung setiap 2 taun sekali, maka kami harus benar2 memastikan jika gw hamil sedang dalam kondisi aman. Artinya kontrak kerja Abang diperpanjang, supaya ga kena sesak nafas dan terjangan krisis ekonomi. Yah walopun di Malaysia ini biaya melahirkan tidak dicover dalam asuransi kesehatan, alias bayar sendiri [beda yah sama regulasi perusahaan di Indonesia]. Pssstttt, tau ga kenapa company ga mo nanggung biaya melahirkan? Karena HRD beranggapan bahwa beranak itu penyakit yang dibuat2. Sebenernya, kalo buat penduduk Malaysia biaya melahirkan di rumah sakit murah banget. Waktu gw melahirkan, ibu2 yang tempat tidurnya bersebelahan dengan gw juga cesar. Dia cuma bayar 40 RM [kalikan ajah dengan kurs sekarang Rp 2.700,- per 1 RM], padahal dah ngendon selama seminggu lebih di Hospital. Lah gw, sebagai foreigner yang bernasib sama, kudu bayar 1.700 RM. Tapi kalo dibanding dengan biaya cesar di Indonesia memang masih lebih murah di Malay, dengan catatan melahirkannya di hospital kerajaan.

4. Pemetaan rencana yang cermat
Setiap orang pasti berharap bahwa setiap rencana jangka pendek yang ditetapkan, tidak mengganggu stabilisasi ato menimbulkan efek pada rencana jangka panjang. Rencana jangka panjang kami adalah naik haji, dan Alhamdulillah kebagian jatah taun 2012. Jika gw hamil, harus sebelum ato sesudah haji, karena orang hamil pasti dilarang naik haji [alasan kesehatan]. Kalo proses penyemaian benih baru dimulai di Arab pada saat haji, maka Zahia baru akan punya adik pada usia 4 taun lebih [dengan asumsi penyemaian berjalan sukses]. So, menurut kami, jika Allah mengizinkan, alangkah tepatnya gw hamil dan melahirkan sebelum haji.

5. Kesiapan mental
Waktu hamil Zahia, gw bleeding saat kandungan menginjak 31 minggu. Masuk hospital, dirawat 3 hari. Dua minggu setelah Lebaran, air ketuban gw pecah. 3 hari di rumah sakit, tepat 32 minggu usia kandungan, dini hari lewat 45 menit, Zahia lahir dengan operasi cesar (karena posisi sungsang). Apakah hal itu membuat gw trauma? Tentu tidak, karena gw sadar itulah resiko menjadi perempuan, takdir seorang ibu. Hanya saja Dokter yang menangani operasi gw berkali2 wanti2 kalo mo hamil lagi setelah lewat 2 taun, dengan harapan luka bekas operasinya udah sembuh. So gw udah mulai menata mental untuk itu.

Anak adalah titipan Tuhan. Sang Pengatur Hidup sudah menuliskan di buku diarynya, bahwa si A akan Beliau titipkan 4 anak, si B setengah kodi, dan si C 1 lusin. Meskipun demikian, kita sebagai makhluknya berhak untuk bercita2. Masalah dikabulkan ato tidak itu urusan belakangan, yang pasti usaha terlebih dahulu, plus tidak lupa berdoa tentunya. So Temans, apa planningnya saat ini? Menambah momongan? Ato sudah merasa cukup dengan yang ada sekarang? Ato masih dalam rangka mencari partner membelah diri? Apapun itu, mari kita saling mendoakan yang terbaik bagi kehidupan kita dan keluarga. Semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah yang kita ambil. Amien. NB: Tulisan ini merupakan deklarasi niat untuk memberi adik kepada Zahia. Tentang produksinya mah masih menunggu Tuan Putri berusia 2 taun lebih.
Lanjuuut Maaaang - Hamil Lagi, Siapa Takut??

Tuesday, 16 March 2010

Tanda Cinta untuk Suami dan Princess Zahia

Mungkin banyak kaum hawa yang pada saat masih perawan tingting kaga bisa yang namanya masak, tapi setelah merid akhirnya bisa juga memasakkan suami dan anak2. Gw adalah orang yang seperti itu. Entah kenapa, meskipun memiliki Nyokap yang ahli masak, tapi gw maleeeesss banget bawaannya untuk belajar. Masak air sampe air di ketelnya abis sehingga tuh ketel loncat dari kompor; nyeplok telur dari jarak 7 meter karena takut kecepretan minyak, udah gituh telurnya gosong pula; menumis bawang sampe tutung (baca: lebih dari gosong) karena apinya terlalu besar dan kelamaan. Itu adalah beberapa bukti dari parahnya acara masak-memasak gw.

Beranjak dewasa, gw belum juga menemukan semangat untuk belajar memasak. SMA di Bandung gw tinggal di rumah adiknya Nyokap, dimana Om dan Tante gawe sehingga mereka memutuskan berlangganan katering saja untuk makan seluruh anggota keluarga. Waktu kuliah di Bogor, kesibukan perkuliahan serta pentas2 teater gw yang cukup tinggi, membuat gw selalu mengambil jalan praktis, yaitu beli makan di warung. Lagian males banget bukan dateng kuliah, udah mah cape dan perut kosong melompong, masih juga harus nguprek2 di dapur dulu baru bisa kenyang. Pas kerja di Riau dan Kaltim, dimana oleh perusahaan ditempatkan di mess yang ada tukang masaknya, membuat gw semakin terlena dan melupakan niatan mulia untuk test drive di dapur. Sering Nyokap bertanya “Kapan Nak kamu belajar masak? Gimana tar kalo merid, masa laki kamu disunguhin masakannya ART mulu! Untung2 dapet laki yang pandai masak, ato nrimo ajah dikasih makanan buatan orang lain. Nah kalo kaya alm Papa kamu yang maunya masakan Mama sendiri dan harus selalu fresh kaga suka dianget2in itu gimana??”. Well, gw pun menjawab dengan santainya sampe Nyokap mo ngelempar gw pake senter “Maka dari itu kalo aku sholat ga lupa berdoa supaya dikasih laki yang jago masak”.

Alhamdulillah Allah teramat sangat baik dengan gw. Doa gw terjawab sudah. Gw diberikan seorang suami yang pinter masak, enak pula rasanya [bisa buka restoran tau Bang, serius!]. Mulai dari cemilan sampe makanan berat, tradisional food sampe yang masa kini, semuanya dijabanin. Awalnya gw hepi2 ajah, dan laki gw pun ga protes dengan kebisaan gw yang kebisaannya eta-deui-eta-deui (telur, mie, ayam goreng tepung, dan sayur tumis2an). Apalagi setelah melahirkan, Abang dengan giat dan siap siaga selalu memasakkan gw bekal sebelum pergi dinas luar. Misalnya kalo Abang hari Senin berangkat dinas ampe Jum’at, hari Minggunya udah heboh masak ayam kecap, ikan balado, dan sayur daun katuk + pumpkin bersantan buat persediaan gw selama Beliau cabs. Suami yang sangat luar biasa, bukan?

Hingga suatu saat terucaplah dari mulut laki gw “Kapan yah bini gw bisa masakin gw? Mau dunks sekali2 makan hasil karya istri tercintah”. Deg! Gw berasa kena tampar! Ternyata laki gw mengidam2kan masakan gw. Bukan masakan yang itu2 ajah, tapi sesuatu yang lain seperti ikan bumbu kuning ala Bunda Zahia, ato ayam bakar plus sambal terasi khas Susan Noerina, ato nasi kuning dengan sambal teri kacang made-in anaknya Bu Noortje. Alhamdulillah sodara2, kesadaran untuk itu akhirnya tumbuh di hati gw, dang gw memulainya dengan belajar mengenali bumbu2 telebih dahulu. Bayangkan, udah 26 taun masih juga ga paham mana yang namanya ketumbar, jinten, kemiri, dan sebagainya. Wadohh, parah!!

Perlahan2 gw pun bisa memasak. Setelah gw mengenali berbagai jenis bumbu, gw mempelajari berbagai resep2 masakan, hasil searching dari internet, maupun copy paste resep misua, nyokap, ibu mertua, dan sodara2 sedulur. Akhirnya, di usia 27 taun, gw meraih gelar SD (Sarjana Dapur). Sekarang apapun yang laki gw request Alhamdulillah bisa gw buat. Gw pun merambah bukan hanya di makanan berat, tapi belajar untuk bikin cemilan. Karena gw ga mau kalo Zahia udah sekolah bawaannya jajan mulu karena emaknya ga bisa bikin bekel yang menggugah selera. So, meskipun saat ini kami memiliki seorang ART, tapi urusan masak teteup gw handle, khusus kalo laki ada di rumah. Tapi kalo untuk makan sehari2 pas Abang kaga ada mah Nyokap dan Mak Cik Eli yang nyiapin [hehehe, cuti bo!].

Hari Sabtu dan Minggu lalu gw membuat siomay dan bolu kacang, sedangkan Sabtu ini ketupat sayur dan ikan asam manis bumbu kuning. Resep siomaynya gw contek dari Motik_Mama Kyara, yang sebenernya dah ditulis resepnya sejak lama tapi belum sempat dipraktekin, sedangkan bolu kacangnya adalah hasil karangan gw [u know lah hai, yang namanya bikin kue pasti jadi asal ada telur, gula, terigu, mentega].

Siomay Laut Cina Selatan

Hihihi, nama yang aneh. Gw kasih judul begituh karena siomaynya keasinan bo, semangat pisan kasih garemnya. Tapi Alhamdulillah walopun asin teteup sold out. Cuma gw akhirnya memutuskan untuk ga kasih ke Zahia karena yah itu tadi asin banget. Padahal ni resep nyontek dari resep cemilan baby loh [Thanks yah Tik]. Oya, ada lagi saran dari pelanggan, Ayahnya Zahia, yaitu tambahin lagi tepung kanjinya supaya lebih kenyal.

Bahan:
Udang kupas 700 gram, dicacah halus
Ayam 2 buah, paha, diambil dagingnya ajah, lalu cacah halus
Tepung terigu 6 sdm
Tepung kanji 1 sdm (bisa ditambahkan secukupnya hingga mencapai tingkat kekenyalan yang diinginkan)
Tepung maizena 1 sdm
Bawang putih cincang, ditumis dulu sampai wangi
Garam, merica, gula secukupnya

Kentang, kol, dan telur rebus sebagai pelengkap hidangan

Cara bikinnya:
Campur semua bahan, aduk rata. Masukkan ke dalam cetakan, ato kalo ga ada cetakannya dibulet2in ajah pake sendok. Kukus selama 1 jam sampai matang. Hidangkan dengan bumbu kacang atau kecap atau apapun yang diinginkan selama dapat menambah selera makan.

Bolu Kacang Diskon

Diskon neh ceritanya. Kacang tanah versi bule (putih, besar, ga pake kulit) yang biasanya 1 kg RM 8,5 kemaren didiskon jadi RM 5,5. Ya sud deh diborong 2 kg. Yang ½ kg dipake buat campuran bolu. Sisanya buat keperluan lain semisalnya mo bikin gado2, rujak, ato sambal teri kacang. Alhamdulillah Zahia makan banyak banget bolu buatan emaknya. Bangun tidur nyari bolu, sebelum bobo nyari bolu, sore makan bolu, abis makan oat teteup mau bolu [saingan sama Ayahnya]. Wuah senangnya hatikyu!!

Bahan:
Telur ayam 5 butir
Tepung terigu 5 sdm
Gula 3 sdm
Susu kental manis 2 sdm, cairkan
Mentega 3 sdm, cairkan
Baking powder 1 sdt
Kacang ½ kg, diblender

Milo sedikit

Cara bikinnya :
Telur dan mentega dikocok sampai mengembang (berubah warna menjadi putih). Sambil terus dikocok pake mixer (kalo ada), masukkan terigu, susu kental manis, baking powder, mentega, dan terakhir kacangnya. Masukkan ke dalam cetakan, kukus selama 45 menit (dirasa ajah udah mateng belum. Kalo gw tau mateng enggaknya dicolok pake tusuk gigi. Kalo masih lengket ke tusuk gigi berarti masih belum mateng). Oya, setengah jam saat mengkukus taburkan Milo ke bagian atas bolu sebagai topping. Hidangkan panas2.

Ketupat Sayur Mini

Ketupatnya beli di supermarket. Udah ada yang ditempat2in di plastik, jadi kita tinggal cuci bersih, terus dikukus. Simple kan bo?! Nah untuk sayur santannya baru deh bikin sorangan.

Bahan:
Ketupat 15 bungkus
Labu siam 1 buah
Ayam
Telur, rebus terlebih dahulu
Santan 1/2 bungkus (disini kelapa parut mehong banget, maka gw menggunakan santan instant)
Bawang putih 3 biji
Bawang merah 3 biji
Kemiri 4 biji
Cabe merah 3 biji

Cabe bubuk secukupnya (tergantung suka pedes ato ga)
Tomat 1/4 biji
Daun salam 2 lembar
Lengkuas sedikit, dimemarkan
Garam dan gula putih secukupnya

Cara bikinnya :
Ulek bawang merah, bawang putih, cabe merah, tomat, garam, gula, dan kemiri sampai halus. Tumis sampai wangi, tambahkan air. Cemplungkan ayam, daun salam, dan sedikit lengkuas. Setelah ayam empuk, masukkan telur rebus dan terakhir labu siam sebentar ajah. Tambahkan cabe bubuk dan garam serta gula jika dirasa kurang. Siapkan santan yang sebelumnya diberi air supaya larut (ga ada yang gerenjel2), tuang ke dalam masakkan. Kalo labu siamnya udah agak2 layu, matikan kompor, dan masakan siap disajikan.

Ikan Patin Asam Manis Bumbu Kuning ala Jeng Soes

Kekuatan rasa menjadikan hidangan ini sangat2 digemari oleh Ayahnya Zahia. Makanya gw memberikan cuka, garam, dan gula ga nanggung2 supaya rasa asam, asin, dan manisnya kuat. Nano2 gituh deh pokonya. Untuk ikannya bisa memakai ikan jenis apapun, tapi favorit kami adalah ikan patin, tongkol, kembung, atau sarden.

Bahan:
Ikan patin 4 slice (soalnya di rumah yang hobi makan ikan cuma gw & hubby)
Bawang putih 3 biji yang besar
Bawang merah 2 biji yang kecil
Cabe merah, iris2 memanjang tipis
Kemiri 2 biji
Serai, memarkan terlebih dahulu
Kunyit secukupnya (kemarin, karena ga punya kunyit yang fresh, maka gw memakai kunyit bubuk)
Cuka, garam, dan gula putih secukupnya

Cara bikinnya :
Ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, dan kemiri. Tumis bahan2 yang sudah dihaluskan tersebut beserta irisan cabe merah dan serai. Setelah wangi, tambahkan air secukupnya. Masukkan cuka, garam, dan gula sesuka hati. Masak sampai airnya berkurang, cemplungkan ikan, aduk sampai menyatu dengan bumbu. Oya, sebelumnya ikan patinnya digoreng terlebih dahulu (dibumbuin dulu dengan garam sedikit dan jeruk nipis supaya ga amis). Akhirnya ikan siap dihidangkan.

Ok deh Temans, selamat mencoba yah [kalo ada yang niat mencobanya]. Insya Allah ga keracunan ko hehehe, harap cemas juga neh gw! Bisa juga dimodifikasi dengan bahan2 yang lain. Semoga masakan kita membuat para Bunda, Ibu, Mama, Mami, Emak, Ummi, Unda, dan apapun namanya semakin disayang suami dan anak. Amien.


..... Tentang Awards .....
Oya, gw mo ngucapin makasih banyak buat Teh Lidya_Mama Pascal dan Mba Diyah_Ummi Zalfa yang udah kasih award. Hihihi senangnya soale ini 1st time bo dapet award [moga2 tar bisa dapet Grammy ato Oscar]. Thanks yah Jeng atas komplimennya. Dan award ini gw lanjutkan [SBY banget] kepada semua temen2 keluargazulfadhli. Ayo Temans silahkan diambil awardnya. Monggo.
Lanjuuut Maaaang - Tanda Cinta untuk Suami dan Princess Zahia