Tuesday, 27 December 2011

Reforestation Plantation : Eucalyptus pelita #2nd

Kalo dulu gw udah pernah lauching 5 foto tentang Eucalyptus pelita. Maka pada kesempatan kali ini gw coba memaparkan lagi beberapa foto2 exclusive tentang Eucalyptus pelita. Ini adalah hedges garden Eucalytus pelita. Setiap tangkainya akan menghasilkan 2 pucuk sebagai bahan dasar / raw material multiplikasi / perbanyakan secara cutting setiap bulan maka dengan menggunakan pola perhitungan matematika sangat sederhana sekali kita dapat memperkirakan berapa banyak pohon induk yang harus dimiliki sesuai dengan keluasan area tanam yang sudah di rencanakan / targetkan. Hedges garden ini menggunakan polybag sehingga sangat mudah untuk proses pemindahan jika diperlukan misalnya terjadi banjir atau hal2 yang extraordinary lainnya. Ketika kondisi hedge garden ini sudah tidak sehat lagi ditandai dengan pertumbuhan shoot tip / pucuk yang mulai keriting, maka proses pengumpulan material di hentikan dan harus dilakukan treatment untuk menyehatkan kembali hedges ini.
Misting House / Green House untuk perkembangan seeding / bibit yang bermutu tinggi dengan penerapan teknologi yang canggih. Misting house ini di kontrol secara computerized sehingga humidity and temperature terjaga dengan sangat baik. Nozzle akan menghasilkan kepulan embun (drifting) dan bukan percikan (splashing) air. hal ini penting untuk menjaga kondisi permukaan media tetap baik dan tidak mengganggu proses rooting / pembentukan akar. Lantai Misting House harus menggunakan gravel yang halus / kecil agar sistem drainase berjalan dengan baik dan gak boleh ada penggenangan air di dalam kawasan ini yang akan menyebabkan banayak jamur dan penyakit berkembang biak. Sebagai informasi saja, ketika sebuah Nursery terserang penyakit maka memerlukan waktu at least 6 bulan untuk proses penyembuhan dengan terlebih dahulu melakukan eradikasi semua sumber2 yang diyakini dapat menjadi carrier / host penyakit dan ini akan berakibat fatal yaitu gak ada produksi bibit paling tidak 6 bulan plus 3 bulan untuk proses persiapan bibit yang baru. jadi kita akan hilang waktu sekitar 9 bulan. Jadi berhati2lah menjaga Nursery anda agar selalu dalam keadaan hygienic and pastikan seluruh fasilitas Nursery bersih  termasuk pekerjanya.

Pot tray yang sudah ready untuk di isikan material genetic baik itu seed (biji) ataupun cutting (potongan shoot tip). Media yang baik sangat menentukan kualitas dari tanaman dan sangat tidak diangjurkan menggunakan recycle media alias media daur ulang dari tanaman yang sudah mati / gak hidup karena di duga ada penyakit / jamur pada media tersebut.
Sand Box. Ini juga salah satu type hedges garden Eucalyptus pelita yang lazim di gunakan, seharusnya media yang dipakai adalah kerikil / pasir sungai yang kaya dengan berbagai mineral yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaan pasir ini juga akan memastikan tidak terjadi over watering dan drainase akan sangat baik. Dalam contoh diatas tidak menggunakan pasir sungai karena material ini sangat sulit diperoleh dan kalaupun ada maka sumbernya sangat jauh dan harganya sangat mahal. Hedges garden ini baru saja ditanam dan baru akan bisa di petik hasilnya sekitar 1 - 2 bulan yang akan datang.
Cutting Eucalyptus pelita yang sudah ready untuk ditanam setelah berumur lebih dari 12 minggu sejak dari proses cutting dimulai.
Perakaran yang berkembanga dengan sempurna dari cutting Eucalyptus pelita. Akar2 yang berwarna putih yang keluar dari lubang2 drainasi ini mengindikasikan perkembang tanaman yang berlangsung dengan baik.

Sand Box yang sudah matang dan ready untuk dipanen setiap 2 minggu sekali. Menjaga kondisi irigasi sangat penting dalam Sand Box, karena tanaman dlam Sand Box sangat bergantung kepada asupan air oleh manusia. Selain itu algae dan jamur juga harus senantiasa di kontrol untuk mencegah hal2 yang gak diinginkan.
Hedge Garden. Ini juga salah satu sumber material genetik yang bisa dipakai. Biasanya ini dulunya adalah cangkokan dari pohon induk yang unggul kemudian di tanam dalam polybag agar lebih mudah untuk menggumpulkan shoot tip nya. Pola seperti ini hanya dipakai oleh pihak R&D dan sangat gak praktis bagi pihak operation yang memerlukan sumber genetik dalam jumlah besar.
Sumber genetik unggulan yang sudah berumur sekitar 3 tahun. Eucalyptus ini adalah proyek percobaan bibit unggulan dilapangan dana akan di kontrol setidaknya 5 - 10 tahun untuk memastikan genetik ini memang mampu memberikan performace yang di inginkan. Ujian hingga 10 tahun ini diberikan karena pengembangan Eucalyptus pelita ini untuk veneer / plywood and bukan untuk pulp & paper.
Nozzle. Ini adalah satu jenis nozzle yang lazim digunakan dalam misting house. Spesifikasinya gak terlalu rumit yang penting air yang keluar dari setiap lubang nozzle ini harus drifting / misting dan gak boleh sama sekali ada splasing.
Yaaa.. setidaknya itulah beberapa foto2 termutakhir yang gw punya semoga bisa bermanfaat kepada siapa saja yang memang memiliki minat khusus dalam dunia kehutanan. Buat semua rimbawan / rimbawati, forester, penggiat kehutanan, ato siapa aja... selamat menikmati foto2 tersebut....

Bagi yang ingin menggunakannya sebagai bahan referensi silakan saja tetapi harap mencantumkan sumbernya dan agar gak keliru... postingan ini tidak ditulis dalam format ilmiah jadi gw gak bertanggungjawab jika dikemudian hari terjadi perdebatan2. Bagi yang ingin mengkoreksi juga silakan saja.

Miri - Sarawak

13 comments:

Ririe Khayan said...

Info full baru buat saya, Eucalyptus pelita......>kalau nama umumnya apa ya Mbak? #Bego deh

Lyliana Thia said...

yang aku tau ttg eucalyptus cuma... bahwa daunnya itu makanannya panda.. (pernah baca di bobo dulu)... wkwkwk... *parah*

hilsya said...

tau eucalyptus waktu dikasih minyak atsirinya dari industri pulp .. wanginya enak :)

rusydi hikmawan said...

saya baru tahu tentang Eucalyptus di sini. kerja di dinas kehutanan ya, pak? semoga sukses selalu

Yunda Hamasah said...

Eucalyptus ya namanya? Baru tahu ;)

Kalau untuk budidaya harus telaten ya, trus ini tulisan walau bukan artikel ilmiah tapi bobotnya bagus :)

TFS...

Mama kinan said...

wah ini pasti ayah doube Z yang posting..mantap, jadi dapat ilmu lagi nieh soal forestry..:)
keren photo2 nya...jadi penasaran lihat tempat pembibitannnya..kayaknya canggih gitu..bener2 hutan industry..apakah di indonesia juga seperti itu yah?? walah kok malah tanya :)salam buat jeng susan dan juga doubel Z dan uti :)

Ely Meyer said...

gambarnya saja sudah banyak bicara, informatif :)

niee said...

Mbak... klo mau ikutan lombanya,, daftar di sini noh http://lomba.dpd.go.id/

dhenok habibie said...

waduuhh, dari awal ampe akhir udah dibaca.. tapi tetep aja ngelongo gk mudeng.. *garuk2kepala* hehe :D

Meidy said...

wah... jadi negrti yg gini2 nih... mskpun butuh waktu untuk mencerna, heheheh...

Allisa Yustica Krones said...

Hihihi...ngaku deh, dari awal sampe akhir baca, lebih banyak gak ngertinya :D

Tapi ini pasti berguna banget untuk orang-orang yang berkecimpung di dunia forestry ya :)

Cerita Tugu said...

wah merawat tanaman bener-bener harus telaten ya

Template Booklet Company Profile said...

Kalau untuk budidaya harus telaten ya, trus ini tulisan walau bukan artikel ilmiah tapi bobotnya bagus :)