Friday, 9 December 2011

Bagaimanakah Parkir Bisa Menjadi Devisa ?

Apakah temans masih ingat dengan kasus Diplomat Indonesia di New York US gak mau / mampu bayar denda parkir dengan total 5 milliar lebih? Apakah emang sedemikian mahalnya denda ini sehingga Diplomat RI disana rela mempermalukan & merendahkan martabat bangsa ini di US? Bagaimanakah pola perparkiran yang efektif dan efisien? Bagaimanakah Perparkiran bisa merupakan atao menjadi sumber devisa dan pemasukan negara? Apakah para anggota DPR perlu menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk mempelajari sistem perparkiran yang baik dan benar? grrookkk....... nggerrejjj,m,,..hhgdagggrrsss...&***##**** aaahhggrrrhh .... tuiing..tuing... berjuta pertanyaan akan muncul sehubungan dengan pola pengelolaan parkir yang modern dan berkualitas. Gw hanya ingin sharing saja bagaimana negara tetangga mengelola parkir yang pada akhirnya mampu memberikan masukan income dan membuka lapangan pekerjaan yang formal bagi masyarakatnya. Berikut gw coba paparkan gambar2 koleksi pribadi mengenai / segala sesuatu yang berhubungan dengan parkir dan manajemen parkir.
Gw sengaja menggunakan size XL untuk gambar ini karena takut para penonton sekalian gak bisa membaca / melihat setiap detail yang ada dalam lembaran kupon ini. Ini adalah kupon parkir di Kota Kinabalu Sabah Malaysia. Kupon ini akan disimpan dalam plastik transparant & di simpan di wiper kaca mobil kita secara terbalik untuk mencegah air hujan masuk dan merusak kupon ini. Petugas perparkiran ini akan mengecek mobil di wilayah tugas masing2 setiap 30 menit. Dibagian kanan kupon adalah data mengenai tahun, bulan dan tanggal kupon ini di pake. Dibagian tengah ada data lengkap mengenai kendaraan dan kapan masuk ke tempat parkir. dibagian bawah adalah biaya yang harus dibayarkan. Contohnya begini mobil kita sudah masuk di tempat parkir ini selama 1 jam 40 menit maka kita harus membayar 1.60 ringgit kalo 1 jam 30 menit kita harus membayar 1.05 ringgit yang paling mahal adalah kalo 9 jam yaitu 31.25 ringgit. Parkir ini di hitung jadi mulai jam 08.00 am - 05.00 pm. Gw pernah parkir dari siang  sekitar jam 2 pm kemudian baru memindahkan mobil gw sekitar jam 11 am keesokan harinya... dan gw sangat terbelalak dengan biaya yang harus gw bayar dan pengen ngebunuh penjaga parkir rasanya.... mahalnya ajubileee... loo itung aja sendiri berapa yang harus dibayarkan karena ini adalah akumulasi dari hari sebelumnya.... mau pengsan gw.
Kupon yang ini hanya berlaku di dalam kawasan Bandar Bintulu saja. Bintulu  Development Authority (BDA) adalah seperti PEMDA kalo di Indonesia untuk kawasan / daerah Bintulu. Perhatikan secara seksama kupon parkir ini. Kupon ini menggunakan 3 bahasa yaitu Melayu, Inggris & Mandarin. Cara menggunakan kupon ini adalah dengan melobangi setiap 5 bagian secara seksama dimulai dari tahun berapa ? bulan apa? hari / tanggal berapa? jam berapa  & menit keberapa?. Kupon yang sudah dilubangi secara betul akan di letakkan di dalam dashboard mobil kita dan harus kelihatan secara jelas dari luar. Petugas akan melakukan pengecekan setiap 15 menit dan akan mencatat berapa menit sudah kita parkir disini. Kalo sudah lebih dari 30 menit maka akan di letakkan kartu / kupon denda di wiper mobil untuk setiap kelipatan 30 menit kemudian. tapi jangan khawatir denda ini sangat kecil / murah sekali hanya sekitar 5 sen per 30 menit kalo gw gak salah. Kita harus membeli kupon ini dahulu sehingga kita gak perlu khawatir untuk parkir dimanapun karena sudah ada stock kupon. Apa akibatnya kalo lupa memasang kupon parkir ini?.. gw pernah lupa masang kupon ini ketika parkir di dekat River Front Inn Hotel Bintulu dan akibatnya gw harus bayar denda / compound 15 ringgit yang harus dibayarkan dalam masa 7 hari dari tanggal denda di jatuhkan. Kalo gagal memenuhi peraturan ini maka akan di denda yang jauh lebih besar lagi.  
Yang ini pula adalah kupon parkir di Miri. Yang bertanggung jawab untuk mengelola Bandar Raya ini adalah Majlis Bandar Raya Miri (MBM). Kupon parkir jenis ini menggunakan sistem gores. kita harus menggores secara lengkap setiap kolom diatas yang sudah disediakan. dan lihat bedanya dengan yang di Bintulu. Ada kotak biru dan hijau. Kalau kita parkir di tempat yang ada sign board berwarna hijau maka kita gores yang kotak hijau dan artinya ini kupon berlaku untuk 1 jam dan setelah itu barulah akan ada denda yang juga sangat murah. Kupon ini juga menggunakan 3 bahasa. Gw pernah kena tilang karena salah letak mobil, maksudnya gw parkir di tempat yang seharusnya gak boleh parkir dan di saman / denda oleh police traffic di airport 30 ringgit dan yang kedua kalinya gw juga pernah di denda ketika parkir di depan post office sekitar areal Imperial Mall juga oleh police traffic. Ketika gw pergi ke police office untuk bayar denda ini rasanya malu sekali dan eehhh ternyata banyak juga orang2 bandel yang kena denda pada hari itu, totalnya mungkin ada 30 orang lebih. Dewan Bandar Raya Kuching Utara, Majlis Bandar Raya Kuching Selatan & Majlis Bandar Raya Sibu juga menggunakan pola kupon gores seperti ini.
Ini adalah areal parking swasta yang berada di sekitar China Town Kuala Lumpur
Canggih. Ini lebih modern lagi dimana para pemilik mobil hanya membeli tiket parkir di mesin ini yang di letakkan di tepi jalan dekat dengan areal parkir dan cukup masukkan koinnya sesuai dengan kebutuhan dan keperluan maka anda gak perlu was-was lupa membeli kupon ato lupa masang kupon. Mesin ini gak ada yang jaga dan ternyata aman juga di pasang di tepi jalan sekitar China Town Kuala Lumpur.
Pihak Hotel juga memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin memarkir kerndaraannya di basement hotel - Kuala Lumpur.
ERP system begitu kuat dan efektif dalam mengendalikan sistem perparkiran di Singapore. Di tepi jalan gak jauh dari City Hall - esplanade gw menemukan sign board yang begitu bagus ini yang memberikan informasi sangat penting bagi pengguna mobil yang ingin mencari tempat parkir. Semuanya teratur dan nyaman buat pengguna jalan dan areal parkir.

Ini sign board peringatan bagi semua pengguna motor yang bandel. Foto ini berada disekitar Little India Singapore.
Sama dengan foto diatas hanya saja ini di daerah yang laennya dan gw lupa.
Bagaimana potret pengelolaan parkir di Indonesia? gw gak tahu di daerah laen. yang gw tahu selama hampir 8 tahun di Pontianak Kalimantan Barat dan areal seputar Kalbar maka pengelolaan parkir sangat sembrawut, jorok, gak nyaman, rasa kena palak, deeleeelleell. Sungguh memilukan...tapi itulah kenyataan perparkiran di Kalbar.

Di negara maju mereka mempersiapkan semua sarana & prasarana pendukung sehingga semuanya under control, mulai dari basement buat gedung2, hotel dan bangunan khusus untuk parkir yang banyak sekali bertaburan... Perparkiran yang di kelola dengan baik ternyata akhirnya mampu memberikan income yang lumayan bagi pemerintah dan juga akan membuka lapangan pekerjaan formal untuk usaha mengurangi pengangguran dan juga meningkatkan income masyarakat yang pada akhirnya akan meratakan kemakmuran bersama.

Di Indonesia.. sistem perparkiran di kuasai oleh preman, geng dan kelompok2 ormas tertentu.. yang sering kali juga pada akhirnya melibatkan / terjadi tawuran antara geng / kelompok ini karena rebutan lahan parkir.... sungguh memalukan dan menyedihkan. Apakah di Indonesia kita gak punya engineer yang pakar mengenai transportasi kota dan urban city? ato kita gak punya ahli tata kota / masterplan? ato emang kita gak ada blueprint? atoo apa sebetulnya masalahnya???...

kalo di Mall dan hotel itu emang sudah lazim ada pengelola parkir yang official... tetapi bagaimana dengan parkir liar di tepi atao luar pagar mall??? banyak sekali praktek2 illegal ini dan dibiarkan oleh pemerintah selaku pemegang amanah rakyat. Ato emang rakyatnya menyukai praktek2 kolot dan purba ini?

Tapi gw yakin suatu ketika nanti Indonesia akan bisa menyesuaikan diri dengan berbagai kemajuan teknologi dan menerapkan segala kecanggihan dunia untuk memberikan rasa nyaman, damai dan aman bagi setiap penduduknya. 


Marudi - Sarawak
... Ayah Double Zee ...

7 comments:

Elsa said...

parkir di Indonesia sih gak masuk kas pemerintah...
tapi masuk kantong jukir masing masing

Lozz Akbar said...

Jujur saya ngiler dengan sistem perparkiran di Malaysia. harus diakui kita kalah jauh dengan mereka. Di saat di sini masih menggunakan sobekan kertas sebagai kartu parkir, di sana sudah memakai mesin.

ah Indonesiaku sampai kapan kau bisa bangkit dari keterpurukan

zone said...

soalnya pejabat indonesia terbiasa parkir sembarangan mungkin mbak...
jd kebawa-bawa walo udah jd pejabat...
:P

catatan kecilku said...

Sudah saatnya Indonesia mengatur perparkiran dg lebih baik agar pendapatam dari parkir dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

hilsya said...

waduh bayar 10 ribuan aja rasanya udah emosi.. apalgi kalo disuguhin seharga gaji sebulan ya?

semoga segalanya bisa sepadan di Indonesia.. *duh, maksud gw apaan siyy?*

niee said...

Klo gak salah perparkiran di ptk juga masuk kas daerah deh.. sepengetahuan aku sebagai pns seh.. ada standar luas area utk biayanya..

Tapi soal perparkiran yg semrawut seh sampe skrg masih deh bang.. lagian emang salah bangunannya yg gak ngasih lahan parkir.. tapi skrg bgnan udah harus 18 meter kebelakang jalan kok.. jadi lahan di depan rukonya luas..

Template Booklet Company Profile said...

soalnya pejabat indonesia terbiasa parkir sembarangan mungkin mbak...
jd kebawa-bawa walo udah jd pejabat...