Monday, 21 November 2011

Reforestation Plantation : Acacia mangium

Saatnya gw kembali ke habitat. Udah cukup lama gw gak membahas mengenai Forestry dan yang berhubungan dengannya. Semoga bisa berguna buat siapa aja yang emang memiliki minat dan keperluan dengan artikel ini.

Ini adalah seedling Acacia mangium yang baru saja di pindahkan kedalam polybag. Biasanya menggunakan size 12 cm x 8 cm. Dalam gambar ini adalah menggunakan media akar resam 90 % & top soil 10%.
Gambaran sebuah nursery yang sangat sederhana sekali dan biasa di sebut nursery kelas kampung. Keungggulannya udah jelas murah meriah dan gak ada teknologi yang terlalu canggih.
Acacia mangium yang berusia sekitar 4 bulan. Hampir seluruh bagian pohon ini sedang menderita karena terkena percikan bahan kimia ketika melakukan penyemprotan. Ini adalah suatu kondisi yang sangat parah kepada tanaman karena spraying menggunakan racun systemik dan otomatis membuat sistem perakaran membusuk.
Bibit yang berusia sekitar 8 minggu.
Packing. Kalau menggunakan polybag biasanya akan di kirimkan ke lapangan menggunakan plastik kresek. Biasanya dalam setiap kantong kresek akan di isi dengan 25 bibit (tergantung kepada ukuran kantong plastik yang di gunakan dan ukuran polybag).
Sowing box atau bedeng tabur. Plastik container yang diisi dengan pasir steril ini di gunakan untuk membuat kecambah dan setelah beberapa hari di dalam box ini maka akan di pindahkan kedalam polybag / tube.
Seeding dalam kondom.... hoooohooo bahasa gw.... maksudnya ini adalah tube bulat yang emang mirip dengan kondom dan hanya memiliki 1 buah lubang di bagian bawah sebagai aliran drainasenya.
Pencampuran media dengan fertilizer. Mixer ini sangat lazim di pakai berbagai nursery yang masih berkelas kampung.
Seedling Acacia mangium yang berusia sekitar dua minggu selepas di pindahkan dari bedeng tabur.
Walaupun di dalam tray, kegiatan penjarangan juga harus di lakukan agar setiap individu seedling dapat berkembang secara optimal. Coba perhatikan secara detail dari setiap lubang. Setiap 2 lubang dalam tray hanya di isi dengan 1 seedling saja.
Sprinkle yang biasa digunakan untuk watering.
Seeding Acacia mangium yang sudah siap untuk dikirimkan ke lapangan berumur sekitar 12 - 16 minggu.
Plastic Mulching. ini adalah salah satu methode yang di kembangkan untuk menggurangi perkembangan / pertumbuhan gulma di sekitar tanaman. Ukuran dari plastic ini adalah 100 cm x 100 cm. Walau demikian methode ini tidak bisa berjalan dengan sempurna karena berdasarkan pengalaman banyak sekali bibit yang ditanam mati karena suhu dibawah plastik yang terlalu panas. Mungkin perlu penelitian yang lebih lanjut.
Site preparation. Foto ini sangat sensitif sebetulnya. Tetapi demi ilmu pengetahuan maka gw harus blak-blakan bahwa ini masih terjadi di dunia perkebunan. Pembakaran lahan adalah sebuah methode yang paling murah meriah tetapi sangat mengganggu lingkungan hidup.
Tumpukan debris yang biasa kita sebut wood stacking maka setelah kering langsung di bakar agar seluruh permukaan tanah dapat ditanam secara optimal, karena sangat sulit untuk menanam kalau terlalu banyak debris.
Ini adalah seedling yang over grown / expired. Semua bibit ini harus di buang karena  kegagalan dalam mempersiapkan  lahan tanam. Menanam bibit yang sudah over grown akan mengakibatkan tanaman akan tumbuh secara kurang sempurna karena sistem perakaran yang sudah tidak baik lagi.
Acacia mangium yang sudah berusia sekitar 2 bulan. Perhatikan areal di belakangnya yang merupakan area ready for planting.
Banyak sekali arang yang membuktikan pembakaran terjadi. Setelah area bersih maka sangat mudah untuk menanam dan akan meningkatkan jumlah planting point.
Acacia mangium yang sangat sehat berusia sekitar 2 bulan.
Acacia mangium 1 bulan.
Thinning adalah sebuah tindakan silvikultur untuk merangsang pertumbuhan secara horizontal dan memberikan ruang cahaya yang lebih banyak buat tanaman yang di tinggalkan. Ini adalah Acacia mangium yang berusia 3 tahun dengan rata-rata diameter adalah 15 cm. Parameter untuk thinning adalah tanaman yang sakit, kerdil dan patah pucuk. Tekniknya sangat beragam dan tergantung kepada kepentingan bisnis, seperti meninggalkan yang pohon yang bagus sebanyak 50% atau 75%, semua tergantung kepada objektif masing-masing stakeholder.
Ini adalah gambar potongan melintang kayu Acacia mangium setelah thinning.
Tanaman sisa yang ditinggalkan setelah thinning.
Bunga Acacia mangium. Konon kabarnya menurut berbagai literatur maka bau bunga ini hampir sama dengan bau Sperma. Coba deh tetapi hati-hati karena ada kasus-kasus dilaporkan orang yang alergi terhadap bunga Acacia.
Kebun yang berusia sekitar 7 bulan dan kondisi lantai hutannya sangat bersih yang mengindikasikan proses maintenance berjalan dengan bagus.
Akar resam yang dikumpulkan dari hutan kemudian di cacah dengan menggunakan parang. Sebetulnya sudah ada mesin yang khas bisa digunakan untuk melakukan hal ini, tetapi demi membuka lowongan kerja (padat karya) maka perusahaan membuka peluang kepada penduduk untuk mengerjakan hal ini. 
Transport. Ini adalah salah satu cara mengirimkan seedling ke lapangan yaitu dengan mengggunakan wheel tractor.
Selection. Proses pemilihan ini sangat penting sesuai dengan persyaratan bibit yang baik seperti jumlah daun minimal 5 helai, diameter leher akar minimal 2, dan ketinggian sekitar 25 - 30 cm & kondisi sehat. Biasa seleksi bibit ini dilakukan 3 kali dan sisa yang ke empat akan di buang.
Seedling dalam tray dan tube.
Ini adalah tray yang paling tidak populer karena sangat sulit untuk membawanya ke block tanam, sangat berat karena membutuhkan banyak media, sangat sulit untuk mencabut bibit dari tray. Jadi over all untuk tray seperti ini sangat tidak di sarankan.
Seedling dalam polybag yang berusia sekitar 6 minggu.
Salah satu box yang yang pakai untuk membawa seedling ke block tetapi konsep ini juga kurang praktis dan mudah pecah alias rusak.
Tray yang menggantung memberikan aerasi yang baik buat tanaman dan tidak membuat situasi dalam tube terlalu basah.
Manual filling. Ini adalah alat yang di buat secara kreatif oleh para pekerja untuk mengisi tube.
Lantai hutan. Pada kebun Acacia mangium yang berusia sekitar 3 tahun keatas dan di pelihara dengan baik maka akan terbentuk suatu lantai hutan yang di penuhi dengan serasah seperti ini. Serasah ini cukup tebal dan sangat beresiko pada musim kemarau karena mudah sekali terbakar.
Acacia mangium yang tidak di singling akan berakibat sangat fatal. Kondisi seperti ini sangat tidak baik buat kayu furniture / veneer.
Ini adalah 2 knot yang terjadi akibat dari singling yang berlangsung dengan bagus. Luka sudah tertutup dengan sempurna dan daging kayu berkembang dengan baik.
Kebun Acacia mangium yang sangat sehat.
Proses penyaringan akar resam yang sudah di cacah.
Semoga artikel ini berguna kepada penggiat kehutanan, peminat lingkungan, forester, dan bagi siapa saja yang membutuhkannya. Jangan lupa kepada siapa saja yang ingin menggunakan koleksi foto ini harap menuliskan asal foto dan meninggalkan jejak disini. Thank you...






Bintulu - Sarawak
... Ayah Double Zee ...

17 comments:

Meutia Halida Khairani said...

betul2 ilmu baru buat saya seorang anak IT dibeikan pengetahuan Forestry.
sebenarnya menurut saya kalo hutan dibakar tp ditanami kembali sih ngga ada salahnya. asal dipantau..

pas jadi kebun acacia nya yg sehat, indah sekali ya. subhanallah :)

Gaphe said...

ini kegiatan barunya Ayah Zee ya?. saya tau pohon Acacia mangium itu, maklum anak biologi.

ternyata kalo ditunggu sampe gede emang prospeknya bakalan bagus, dan kayunya bisa kepake apa aja.. zero waste product!.

Lidya - Mama Pascal said...

aku tau nih dari judulnya,pastiyang posting bang Zul :)

Elsa said...

aku suka lihat foto lantai hutan
daun daun kering itu...
keren sekali!!!


baca postingan ini serasa membaca buku pengathuan,
top!!!

Baby Dija said...

yuk hijaukan Bumi...

Desy Noer said...

waaw lengkap banget.. plus ilustrasi yang okeh tenan. akuntan mah bengong aja dikasi ginian.

btw soal yang dikau tanyakan : pada dasarnya sama sich, kalo malem Einar juga gak begadang lagi, siang pun tidur yang agak lamaan nya palingan 2 kali. gt.. gpp lah jeng yg penting sehat-sehat yaa

puteriamirillis said...

saya minat banget dengan aktivitas kebun seperti ini. dulu cita2 pgn masuk biologi, tp ga kesampaian hehe. jadinya sekarang mah di rumah aja, tanaman sendiri. infonya sip banget pak pasti sangat bermanfaat,salam.

jeng suuuus, apa kabare?salam u double zee yaaa...

Emma said...

wah.. kalo di pekanbaru bayak sekali pohon akasia. tapi sayang maraknya pembakaran lahan menyebabkan kualitas udara menjadi tidak sehat alias membahayakan..
semoga ada metode lebih baik yang murah tapi tidak mengganggu lingkungan..
salam buat maknya zahia dan zafira ya..

bintangair said...

bener rupanya kata abang sayang. jeng susan pernah kerja di RAPP; kebukti dari postingan ini. sori ya jeng ga bisa ngomel panjang, ini aja mumpung azam lagi ngorok jadi emaknye bisa gentayangan hehehe

Aulawi Ahmad said...

Halo sist n abang Zul :) tq infonya ye, btw ada bahasan ttg pohon kelampayan gak nih, terutama dari perawatannye hehehe, salam sayang buat double Zee ya :)

kakaakin said...

Wah... mungkin kegiatan reforestrasi juga lagi giat di Kaltim ya...
Udah lama gak dengar sih :D

attayaya-bono said...

jiahahahahahaha
masih ada bakar2 sate di hutan
hihihiii

riva'i said...

Acacia mangium?
apaan tuh?
baru tahu kalo ada taneman kayak gitu..

Akmal Fahrurizal said...

lengkap banget.. :)

tapi sayang ya, kenapa caranya harus dibakar gitu.

ihsanhaqiqi.blogspot.com said...

jadi penasaran sama bunganya . . .

duta pulsa said...

menarik bgt, bagus pohonnya :)

Template Booklet Company Profile said...

Acacia mangium?
apaan tuh?
baru tahu kalo ada taneman kayak gitu..